Nadia Shafiana RahmaPresentasiDIModerasi Beragama di International EducTion (IEW) Amerika

Surakarta – Nadia Shafiana Rahma, siswa MAPK dan santri Pondok Pesantren Hadil Iman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta, menjadi pembicara sebanyak 3 kali pada Pekan Pendidikan Internasional di Washington Amerika Serikat, pada tanggal 17 – 19 November 2021. “Saya tiga kali menjadi pembicara tanggal 17, 18, 19 November di 3 komunitas anak SMA yang menekuni bidang jurnalistik, musik, dan fotografi” kata Nadia ketika dihubungi via telepon, Senin (19/11/2021). Di 3 forum itu Nadia menyajikan presentasi yang sama, dengan judul Indonesia dan Moderasi Beragama. Nadia memulai presentasi dengan mengenalkan Indonesia sebagai negara dengan 17.000 pulau, negara maritim dengan lautan yang maha luas dan kaya, memiliki lebih dari 652 Bahasa Daerah yang disatukan dalam satu Bahasa Indonesia, dan ribuat budaya di dalamnya. “Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan moderasi beragama adalah paket presentasi utama berikutnya,” terang Nadia.

International Education Week (IEW) atau Pekan Pendidikan Internasional adalah program bersama Departemen Luar Negeri dan Departemen Pendidikan Amerika Serikat untuk merayakan manfaat pendidikan dan pertukaran internasional di seluruh dunia. Pekan Pendidikan Internasional mempromosikan program mempersiapkan warga negara Amerika untuk hidup di dunia global dan menarik para pemimpin masa depan dari luar negeri untuk belajar dan bertukar pengalaman. Kegiatan Pekan Pendidikan Internasional melibatkan partisipasi individu dan lembaga yang tertarik pada pendidikan internasional dan kegiatan pertukaran pendidikan, baik siswa sekolah, perguruan tinggi, universitas, kedutaan besar, organisasi internasional, lembaga bisnis, asosiasi, dan organisasi masyarakat di seluruh dunia. Maka tidak berlebihan bila Pekan Pendidikan Internasional yang tahun ini diselenggarakan pada 15-19 November 2021 sebagai even pendidikan terbesar di dunia.

Nadia yang menerima penghargaan Santri Award 2021 merasa bersyukur, mendapat kesempatan emas untuk menyebarkan Islam yang ramah, damai, dan moderat (wasathiyah Islam) dalam lingkup internasional, sekaligus belajar bagaimana masyarakat dunia mempraktikkan kehidupan sehari-hari dalam keragaman. “Bukan hanya secara teori, tetapi menghadirkan praktik-praktik nyata dalam kehidupan,” kata Nadia yang setiap presentasi selalu memakai pakaian yang berbeda, khas Indonesia, seragam lengkap MAN 1 Surakarta, batik tulis, dan kebaya.

Menurut Nadia, sebagian besar pelajar SMA yang mengikuti presentasinya belum mengerti benar tentang Indonesia. Sebagaimana dikatakan salah satu peserta “Saya tidak tahu apa-apa tentang Indonesia, hanya hal-hal negatif yang saya lihat di berita-berita. Hari ini membuka mata saya, jelas ada banyak budaya dan terlihat sebagai negara yang indah.” Salah satu peserta lainnya berkata, “Ini adalah salah satu impian terbesar saya untuk mengunjungi Indonesia suatu hari nanti, dan belajar sebanyak mungkin tentang Indonesia dan segala keragamannya.” Ada pula yang berkata, “Bagian favorit saya adalah anak-anak Indonesia telah banyak yang menerbitkan buku. Itu adalah sesuatu yang saya ingin lakukan, bisa menjadi penulis buku seperti Nadia.”

Selain menjadi siswa di Ellensburg High School (EHS) Washington, Nadia sebagai Duta Perdamaian dan Persahabatan Indonesia-Amerika Serikat selama di Amerika juga menjalankan program volunter sebanyak 40 kali. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk mengenalkan Indonesia di berbagai kota dan negara bagian di Amerika Serikat, sekaligus belajar tentang Amerika dan dunianya. “Sangat menyenangkan bisa mempraktikkan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah di dunia global,” pungkas Nadia. (rsd/my/bd)