Pemuda Jadi Penyambung Kerukunan Agama yang Memuliakan Kemanusiaan

Semarang (Humas) – Sebagai upaya penguatan Moderasi Beragama bagi kalangan pemuda di Jawa Tengah maka Kanwil Kemenag Prov. Jateng melalui Bidang Organisasi Tata Laksana dan Kerukunan Umat Beragama menggelar Talkshow Live Streaming Inspirasi Moderasi Beragama di kanal Youtube Kemenag Jateng serta IMTV Jateng dengan mengusung tema “Pemuda sebagai Agen Moderasi Beragama” yang juga berlangsung secara luring di Hotel Candi Indah, Semarang pada Kamis pagi (11/11). Kegiatan tersebut dihadiri oleh 26 peserta sebagai perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pelajar, dan mahasiswa Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Acara dibuka oleh Kakanwil Kemenag Prov. Jateng, Musta’in Ahmad secara daring melalui zoom meeting.

“Moderasi Beragama adalah cara pandang sikap dan perilaku yang selalu mengambil posisi ditengah, namun harus terus berdinamika dan berperilaku adil serta tidak berlebihan dalam beragama,” tutur Kakanwil.

“Maka dari itu, masih dalam semangat Hari Pahlawan, saya mengajak para pemuda untuk terus mengawal perkembangan kehidupan keagamaan yang ada di Indonesia khususnya Jawa Tengah supaya tetap dalam koridor yang benar dan tidak merusak sendi-sendi esensi dari agama yang memuliakan kemanusiaan,” imbuhnya.

Tampak hadir juga Fajar Adhy selaku Kepala Bagian Tata Usaha mewakili Kakanwil Kemenag Prov. Jateng, Sholahuddin Aly atau yang akrab dipanggil Gus Sholah selaku Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah, Ketua FKUB Jawa Tengah yang diwakilkan oleh Iman Fadhilah selaku Wakil Sekretaris FKUB Jateng serta Setyawan Budi Wahyono selaku Koordinator Persaudaraan Lintas Agama (PELITA) Jawa Tengah.

Selaras dengan apa yang disampaikan oleh Kakanwil, Fajar Adhy pun menuturkan bahwa Moderasi Beragama dapat berjalan baik bila mendapat dukungan dari seurub lapisan masyarakat khususnya pemuda.

“Kanwil Kemenag Prov. Jateng sebagai perpanjangan tangan Kemenag Pusat memiliki cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara yang rukun khususnya untuk mengimplementasikan serta mewujudkan kerukunan umat beragama di Jawa Tengah. Pemuda Jawa Tengah selayaknya juga harus menjadi penyambung kerukunan,” tutur Fajar.

“Kerukunan akan berjalan dengan baik bila ada kebersamaan. Mari kita selalu berfikir positif dengan membalas informasi-informasi negatif terkait keagamaan dengan informasi positif dari masing-masing agama. Jangan mudah terpapar radikalisme,” pungkasnya.

Persoalan intoleransi turut berkembang selaras dengan perkembangan teknologi maka diharapkan seluruh pemuda yang hidup dekat berdampingan dengan teknologi mampu terus membangun moderasi beragama dimanapun mereka melangkah. Moderasi Beragama harus terus digaungkan hingga terwujudnya kerukunan di Jawa Tengah. (pqq)