Siswi MTs Negeri 2 Pekalongan Raih Medali Perak dalam Ajang, NSSC 1.0 Bidang IPA Tingkat Nasional.

Kab. Pekalongan – Dalam bulan November 2021, siswa-siswi MTs Negeri 2 Pekalongan berturut-turut menorehkan prestasi di berbagai kompetisi akademik. Kali ini dalam ajang NSSC 1.0 Tingkat Nasional yang diselenggarakan secara online pada 20 November 2021. Lomba ini untuk kategori SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan Mahasiswa. (Kamis, 2 Desember 2021).

Untuk kategori SMP/MTs, mapel yang dilombakan antara lain Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA dan IPS. Beberapa siswa yang tergabung dalam Grup Belajar IPA tercatat mengikuti lomba tersebut. Berdasarkan pengumuman yang dirilis oleh pihak penyelenggara pada 29 November 2021, dua siswi MTs Negeri 2 Pekalongan berhasil merebut 2 gelar, antara lain: 1.Rilza Dwi Aprilia, meraih medali Perak; dan 2. Bilgis Labibatul Asyika, meraih gelar Honorable Mention.

Atas prestasi tersebut, mereka berhak mendapatkan fasilitas dari penyelenggaran seperti e-piagam, e-sertifikat serta pengetahuan yang bertambah luas dan pengalaman yang berharga.

“Saya sangat bersyukur bisa kembali mendapat medali dari lomba NSSC 1.0 ini. Saya ingat sebuah kata mutiara, bahwa pengalaman merupakan guru yang terbaik. Maka dari itu, setelah menerima pelajaran dan bimbingan dari guru-guru IPA, saya menerapkannya dengan mengikuti berbagai lomba. Apalagi saat-saat pandemi seperti sekarang ini, kesempatan mengikuti lomba secara gratis dan mudah mengaksesnya terbuka lebar. Tentu tidak boleh disia-siakan. Dan alhamdulillah, saya bisa.” tutur Rilza bahagia.

Siswi kelas 8A tersebut juga berharap, teman-temannya yang belum berhasil membawa pulang medali untuk tidak berkecil hati, sebaliknya, harus tetap memupuk semangat belajar yang tinggi.

Wahyu Hidayani, S.Pd sebagai salah satu anggota tim pembina olimpiade IPA MTs Negeri 2 Pekalongan menyampaikan bahwa prestasi yang diraih oleh Rilza kali ini memang membanggakan.

“Rilza memang anak yang rajin, aktif dan pandai. Setiap kali kami memberikan informasi tentang kompetisi, dia pasti ikut, dan sering mendapat medali. Kami memang terus menekankan pada anak-anak bahwa tujuan utama berkompetisi bukan mencari juara, namun untuk mengasah kompetensi. Oleh karena itu, ketika mereka tidak mendapat juara, tidak perlu berkecil hati apalagi sampai patah semangat. Sebaliknya, jika mereka berhasil, kami ingatkan untuk tetap rendah hati dan jangan puas dengan apa yang telah dicapai. Harapannya, iklim akademis dan kompetitif yang sejuk bisa terwujud di kalangan siswa.” ujarnya pada tim redaksi.

Sebagai bentuk komitmen madrasah kepada siswa yang berprestasi, Kepala MTs Negeri 2 Pekalongan, Imam Sayekti, S.Pd., M.Si. M.Pmat menyatakan bahwa madrasah akan memberikan reward dan sudah terlaksana 2 kali selama periode Januari hingga November 2021.

“Kita sudah melaksanakan penyerahan reward pada guru dan siswa berprestasi terakhir pada momen peringatan HGN kemarin. Ternyata setelah itu, ada prestasi-prestasi lagi yang terukir. Alhamdulillah, tentu akan ada tahap berikutnya untuk penerimaan reward sebagai bentuk motivasi dan apresiasi madrasah pada mereka.” ungkapnya. (Why/Ant/bd)).