Antisipasi Learning Lost, MI Sullam Taufiq Optimalkan Pembelajaran Luring

Kab. Pekalongan – Dalam upaya mengantisipasi terjadinya Learning Lost selama pandemi covid-19, MI Sullam Taufiq Kajen akan berupaya memaksimalkan dan mengoptimalkan pembelajaran luring atau pembelajaran tatap muka. Demikian ditegaskan M. Syaikhul Alim, Kepala MI Sullam Taufiq dalam Rapat Kerja MI Sullam Taufiq menyongsong Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022 yang digelar Kamis (30/12/2021).

Rapat Kerja berlangsung di Griya HS Tambakroto Kajen diikuti Kepala Madrasah, pendidik, tenaga kependidikan dan pengurus Yayasan Sullam Taufiq dengan beberapa agenda antara lain: evaluasi keterlaksanaan program kegiatan semester gasal tahun pelajaran 2021/2022, pembagian tugas guru dan tenaga kependidikan dan revisi struktur organisasi madrasah, perencanaan program dan kegiatan semester genap tahun pelajaran 2021/2022 serta penyusunan perangkat pembelajaran semester genap tahun pelajaran 2021/2022.

M. Syaikhul Alim, Kepala MI Sullam Taufiq Kajen menandaskan bahwa ada peringatan atau warning mengenai ancaman learning lost dari situasi pandemi yang harus diantisipasi bersama. Jangan sampai anak-anak kehilangan momen dan kesempatan belajarnya dikarenakan KBM yang tidak efektif.

“Pembelajaran dalam situasi pandemi seperti yang berlangsung semester gasal kemarin memang kurang maksimal dan efektif. Oleh karena pembelajaran semester genap yang akan datang ini kemungkinan masih menerapkan PTM Terbatas, maka pembelajaran saat luring harus betul-betul dimanfaatkan dan dimaksimalkan untuk menambal kekurangan pembelajaran mode daring.” jelas Syaikhul Alim.

M. Syaikhul Alim menambahkan bahwa Raker ini menjadi sangat penting untuk mengevaluasi program kegiatan yang sudah berjalan serta merencanakan program yang akan datang supaya dapat berlangsung lebih efektif dam efisien.

Sementara itu Cipto Leksono, Koordinator Bidang Pendidikan MI Sullam Taufiq Kajen mengatakan bahwa secara keseluruhan program dan kegiatan semester gasal berjalan dengam baik. Kekurangan dan kelemahan yang ada menjadi catatan sebagai bahan perbaikan ke depan.

“Harapan kami semester genap besok akan lebih baik. Untuk itu diperlukan perencanaan yang matang, koordinasi dan komunikasi yang baik perlu dibangun di antara pendidik, orangtua dan stakeholders lainnya.” pungkasnya.(Msa/Ant/bd).