Dalam Rangka Hari Raya Natal & Tahun Baru 2022, Kepala Kankemenag Kota Magelang Hadiri Ramah Tamah Dengan Umat Kristen Dan Katolik

Kota Magelang – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Magelang ikuti kegiatan ramah tamah bersama tokoh agama Kristen dan Katolik dalam rangka Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Magelang malam ini di Pendopo Pengabdian. (Senin, 27/12).

Ramah tamah yang dihadiri oleh Walikota dan Wakil Walikota Magelang beserta jajaran OPD dan instansi vertikal terkait ini sengaja dilangsungkan dalam rangka Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022. Perwakilan umat Kristen dan Katolik dari berbagai gereja di wilayah Kota Magelang terlihat memenuhi kursi undangan yang telah disiapkan oleh panitia.

Mewakili umat Kristiani Romo Elexius Dwi Ariyanto menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus apresiasi kepada Pemerintah Kota Magelang serta Instansi dan lembaga lain yang telah menciptakan suasana kondusif saat perayaan Hari Raya Natal Tahun 2021. Romo memuji peran aktif dari berbagai pihak dalam upayanya menciptakan rasa aman dan nyaman ketika beribadah Natal, namun tetap tidak meninggalkan protokol kesehatan untuk kepentingan bersama. Ujarnya.     

Dalam sambutannya Walikota Magelang mengajak umat Kristiani untuk tetap menjaga dan memelihara kedamaian, harmonisasi dan kerukunan antar umat beragama yang selama telah terjalin dengan sangat baik di Kota Magelang. Pemkot Magelang tengah berupaya mewujudkan masyarakat religius, berbudaya, beradab, toleran berlandaskan iman dan taqwa. Terakhir kita mencanangkan kampung Ganten di Kelurahan Jurangombo Selatan Kecamatan Magelang Selatan menjadi Kampung Religi ke-5. Yang harus dipahami bersama yakni bahwa kampung religi bukanlah hanya milik umat Islam saja akan tetapi milik semua umat. Semakin tinggi religiusitas seseorang, saya meyakini akan semakin yang mengedepankan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan, Terang dr. Aziz.

Pada sesi dialog, Kepala Kantor Kankemenag Kota Magelang menghimbau seluruh eleman masyarakat merawat kerukunan dan meningkatkan sinergitas antar umat beragama. “Kementerian Agama adalah rumah bagi semua agama, kita melayani urusan dan kepentingan semua umat agama. Selain itu, juga berkomitmen mengembangkan moderasi beragama ditengah-tengah masyarakat sebagai solusi untuk menghadapi problem keagamaan dan kebangsaan yang dihadapi saat ini,” ujar Sofia Nur.

Moderasi beragama merupakan cara pandang sikap dan praktek beragama dalam kehidupan bersama, dengan cara mengaktualisasikan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berdasarkan prinsip yang adil, berimbang, taat pada konstitusi sebagai kesepakatan bangsa. (Hari).