Dua Model Pelaksanaan PAS

Kab. Pekalongan – Proses penilaian hasil belajar adalah suatu bentuk kewajiban yang harus dilaksanakan oleh suatu institusi pendidikan. Untuk menuntaskan proses pembelajaran di semester gasal tahun pelajaran 2021/2022, MTs Negeri 2 Pekalongan menyelenggarakan PAS (Penilaian Akhir Semester). Kegiatan ini dilaksanakan selama 9 hari, yakni mulai tanggal 1 hingga 9 Desember 2021. Untuk menunjang suksesnya penyelenggaraan PAS, dibentuklah kepanitiaan yang terdiri dari unsur guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan PAS ini dilaksanakan dalam rangkaian tatap muka terbatas, mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang belum dinyatakan berakhir. (Senin, 06/12/202).

Tuti Susilawati, S.Ag., M.Pd.I selaku ketua panitia, dalam keterangannya menyebutkan bahwa PAS dilaksanakan dengan dua model sekaligus, yakni luring dan daring. Hal ini disebabkan kondisi tidak memungkinkan jika dilaksanakan secara full luring, mengingat keterbatasan durasi waktu yang diijinkan, juga ruangan yang tersedia.

“Jadi teknisnya, dalam satu hari ada 2 mapel yang diujikan. Anak-anak berangkat sesuai sesinya, yaitu sesi 1 pukul 7.30 sampai 9.00 untuk siswa kelas VII, sesi 2 pukul 9.30 sampai 11.00 untuk siswa kelas VIII, dan sesi 3 pukul 11.30 sampai 13.00 untuk siswa kelas IX,” terangnya.

Lebih lanjut diterangkan oleh Tuti Susilawati bahwa teknis pengerjaannya dibagi menjadi dua cara.

“Untuk mapel pertama, dikerjakan di madrasah yakni menggunakan soal dan lembar jawab yang sudah disediakan panitia. Sedangkan untuk mapel kedua, dikerjakan di rumah. Lembar jawab mapel kedua dikumpulkan keesokan harinya ketika mereka berangkat,” lanjutnya.

Paket soal PAS dan lembar jawab yang digunakan pada PAS ini merupakan kerjasama dengan pihak MGMP KKM MTs Kabupaten Pekalongan, kecuali soal Informatika, disusun sendiri oleh guru mapel.

Kegiatan evaluasi pembelajaran yang diselenggarakan rutin tiap akhir semester ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX. Jumlah ruangan yang dipakai pada saat sesi tatap muka sebanyak 16 ruangan, dimana masing-masing ruangan diisi maksimal 16 siswa. Pelaksanaan PAS Gasal di MTs Negeri 2 Pekalongan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Pengawas ruang yang terdiri dari para guru dan telah terjadwal selalu mengingatkan para siswa untuk tetap memakai masker di lingkungan madrasah.

Salah satu pengawas ruang, Dodi Prasetyo mengungkapkan bahwa pelaksanaan PAS dapat dikatakan berlangsung dengan tertib.

“Anak-anak memang harus mulai membiasakan diri menghadapi kegiatan tatap muka, termasuk dalam mengikuti penilaian secara luring, tanpa membuka HP. Memang mereka selama ini sudah terbiasa membuka HP saat mengerjakan soal, namun alhamdulillah, tadi anak-anak bisa mematuhi tata tertib.” ungkapnya.

Kepala MTs Negeri 2 Pekalongan, Imam Sayekti, S.Pd., M.Si., M.Pmat saat ditemui tim redaksi menyampaikan apresiasi yang tinggi pada panitia maupun pengawas yang telah bekerja sama dengan baik sehingga kegiatan PAS bisa dilaksanakan dengan baik.

“Syukur alhamdulillah, panitia bisa bekerja mempersiapkan segala sesuatunya dengan begitu baik, mulai dari kelengkapan administrasi, naskah soal, penataan ruang, hingga pembagian jadwal pengawas dan pengecekan kehadiran peserta tiap harinya. Kendala yang ditemui bisa diselesaikan dengan baik. Begitupun para pengawas yang melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, sehingga nuansa PAS bisa dirasakan ketertiban dan ketenangannya.” terangnya sembari mengecek dan memantau ruang sekretariat serta ruang ujian.

Imam juga berharap, hasil yang diperoleh dari PAS ini, para siswa dapat mencapai nilai yang baik dan mencapai KKM. (Why/Ant/bd).