Galakkan Literasi, Wujudkan Budaya Baca

Kab. Pekalongan – Dalam rangka menerapkan pendidikan dan budaya antikorupsi khususnya kepada peserta didik, MI Sullam Taufiq Kajen berupaya memperkuat literasi nilai-nilai antikorupsi kepada siswa. Usaha yang ditempuh madrasah dengan menyediakan koleksi bacaan yang telah menginsersi nilai-nilai antikorupsi.Kamis, 9 Desember 2021.

“Ada 500an lebih judul buku yang sebagian besar cerita fiksi hibah dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI). Ini menjadi modal awal kami dalam mengembangkan literasi di madrasah.” jelas Syaikhul Alim, Kepala MI Sullam Taufiq Kajen.

Syaikhul Alim menambahkan bahwa di tengah gencarnya program literasi yang digalakkan pemerintah, kita masih mendapati kelesuan para siswa dalam hal minat dan budaya bacanya.

“Mayoritas anak-anak sekarang lebih asyik bermain dengan gadget nya ketimbang membaca. Perlu usaha yang lebih ekstra untuk mendongkrak minat baca anak, salah satunya dengan penyediaan bacaan yang berkualitas dan menarik.” ujar Syaikhul Alim.

Sementara itu Khairun Nadiah selaku koordinator Gerakan Literasi Madrasah MI Sullam Taufiq mengungkapkan bahwa melalui buku-buku Antikorupsi ini ada 2 keuntungan yang sekaligus bisa dicapai yakni terlaksananya program literasi sekaligus terinternalisasikannya nilai-nilai antikorupsi dalam diri peserta didik.

“Alhamdulillah anak-anak mulai bersemangat dan antusias membaca dan memanfaatkan buku-buku antikorupsi ini. Mudah-mudahan minat baca mereka semakin terpacu dan menjadi kebiasaan dan budaya. Kita wujudkan bersama budaya membaca dan budaya antikorupsi.” tutur Nadiah. (Msa/Ant/bd).