Kankemenag Kota Magelang Kaji Tiru PMPZI Di Kankemenag Kota Salatiga

Kota Magelang – Kantor Kementerian Agama Kota Magelang hari ini mengunjungi Kankemenag Kota Salatiga untuk melakukan kaji terap mengenai pengelolaan Zona Integritas, Senin (20/12).

Seperti telah tersiar, satker Kankemenag Salatiga dan MAN IC Serpong beberapa hari yang lalu berhasil meraih predikat  Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) setelah melalui penilaian oleh tim dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Dalam prakatanya Kepala Kankemeng Kota Magelang menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Kepala Kankemenag Kota Salatiga beserta jajarannya yang telah berkenan meluangkan waktu menerima kunjungannya. Dan juga mengapresiasi penyambutan yang begitu meriah dan membanggakan, yang berbeda dengan Kanmemenag dimanapun. Ujar Sofia Nur.

“Yang mengherankan bagi saya dengan sarana dan prasarana yang terbatas, Kankemenag Kota Salatiga mampu meraih predikat WBK. Dan merupakan satu-satunya Kankemenag Kabupaten/Kota se-Indonesia yang lolos WBK tahun ini. Saya yakin banyak kiat dan ilmu yang bisa diterapkan untuk pembangunan zona integritas di Kota Magelang yang saat ini tengah berjuang pula menuju satker WBK. Disamping itu saya meyakini bahwa Kepala Kankemenag Salatiga juga mampu membina,  mengarahkan dan memotivasi ASN dan pegawainya sehingga memiliki SDM yang handal,” imbuh Sofia Nur.

Dalam sambutannya Kepala Kankemenag Kota Salatiga menandaskan bahwa dalam membangun zona integritas yang paling utama adalah komitmen dari seluruh ASN dan Pegawai. Komitmen dimulai dari para pimpinan. Keteladanan para pimpinan menjadi hal mutlak yang harus dimiliki oleh satker yang berharap memperoleh predikat WBK dan WBBM. Pimpinan adalah tolok ukur kinerja bagi anggotanya. Jika kinerja pimpinan bagus, Insya Alloh stafnya akan mencontohnya. Dan komitmen itu harus juga dimiliki oleh para pramubakti, security hingga petugas kebersihan. Tegas Taufiq Qurrohman.

“Disamping itu untuk menuju predikat WBK dan WBBM kita juga harus mengoptimalkan layanan di PTSP, mutasi jabatan tidak hanya berdasarkan Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) akan tetapi juga Analisa Jabatan dan Analisa Beban Kerja, transparansi dan keterbukaan dalam pengelolaan kepegawaian, mengembangkan moderasi beragama dan aktif dalam Mal Pelayanan Publik jika ada,” terangnya kemudian.

“Namun demikian tidak perlu risau, kami akan bantu secara maksimal dan sepenuh hati agar ditahun depan Kankemenag Kota Magelang menyusul kami meraih predikat WBK,” ucap Taufiq menyemangati.

Disesi tanya jawab pasca pemaparan PMPZI oleh Kasi Bimas Islam Kankemenag Salatiga, berlangsung dengan begitu interaktif. Tidak hanya pertanyaan yang bersifat normatif dan teknis semata, akan tetapi berbagai kiat juga menjadi bahasan menarik dalam diskusi tersebut. Harapannya, dengan kegiatan kaji tiru ini Kankemenag Kota Magelang mampu menyerap ilmu dan menerapkan secara tepat sehingga mampu berpredikat WBK di tahun depan. (Hari).