Koordinasi Kebangsaan dan Pesantren

Wonosobo – Bagian upaya menjalin sinergi dan silaturahmi lintas sektoral, Kasi PD Pontren Kankemenag Kab. Wonosobo, Fakih Khusni, didampingi staff nya, Rino, sambangi Polres Wonosobo untuk melakukan koordinasi dengan Kasat Intel Polres Wonosobo. pada hari Rabu, (22/12).

Dalam kunjungannya, Fakih Khusni diterima langsung oleh Kasat Intelkam Polres Wonosobo Akp. Muji Darmaji diruangnnya. Dalam kesempatan tersebut Fakih, lantas menyampaikan maksud kedatangnnya untuk bersinergi menjaga keutuhan Bangsa dan Agama.

“Para tokoh masyarakat dan tokoh agama harus memberikan edukasi pada masyarakat pentingnya wawasan kebangsaan dan wawasan keagamaan. Sikap wawasan kebangsaan yang religius diviralkan dalam kehidupan bersama di masyarakat sehingga tidak selalu menjadikan perbedaan pendapat dan keyakinan sebagai alat untuk melakukan tindakan yang meresahkan,” kata Fakih.

Ia menambahkan, jangan sampai ada kecenderungan upaya untuk menjadikan Agama sebagai alat untuk melegitimasi tindakan yang dapat mengoyak nilai harmonisasi kehidupan di masyarakat yang meresahkan, seolah-olah hal itu adalah perintah dari Agama. “Inilah yang harus bersama kita hindari dan antisipasi, untuk itu perlu adanya sinergi lintas sektoral dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan,” imbuh Fakih.

Senadar dengan Fakih, Akp. Muji Darmaji, menyampaikan harus dipahamkan kepada masyarakat melalui tokoh-tokohnya bahwa wawasan kebangsaan yang religius menjadi pondasi yang kokoh menjamin harmoni damai kehidupan bermasyarakat, Agama dalam mengamalkannya agar tidak bertentangan dengan Negara.

“Komitmen ini yang sedang kita bangun, dalam berbagai kesempatan. Banyak hal yang harus kita lakukan dengan komunikasi dan koordinasi bagaimana kita bersama-sama membangun masyarakat yang berwawasan kebangsaan dan religius,” tandas Muji Darmaji.

Sementara itu, di tempat berbeda Kakankemenag Kab. Wonosobo, Ahmad Farid, menegaskan agar seluruh ASN Kankemenag tidak terkecuali, ditekankan untuk membangun komunikasi dan koordinasi dengan semua elemen dan tokoh berbagai kalangan untuk bersinergi dalam edukasi wawasan kebangsaan yang religious. “Ini adalah ihtiar kita semua untuk menjamin kehidupan masyarakat yang penuh kedamaian dan ketentraman dengan saling melindungi, menghargai dan menghormati,” pungkas Farid.(fk-ws/Sua)