Pinandita Sebagai Pelayan dan Pengayom Umat

Semarang (Bimas Hindu) – Turut Hadir Pembimas Hindu, I Dewa Made Artayasa, Direktur Urusan Agama Hindu Kementerian Agama RI, Trimo, Ketua PSN Korwil Provinsi Jawa Tengah, Anak Agung Ketut Darmaja, dalam Kegiatan Pelatihan Dasar Kepinanditaan yang diikuti oleh 40 Pinandita mewakili Korda se-Jawa Tengah di Hotel Plaza Jl. Setya budi 101-103 Semarang.(13/12)

Direktur Urusan Agama Hindu Kementerian Agama RI dalam Pembukaan Kegiatan menyampaikan, “Menjadi seorang Pinandita adalah sebuah anugerah yang sangat luar biasa, dengan menyandang status Pinandita menuju kesadaran jiwa, menuju kedamaian yang hakiki. Keberadaan Pinandita, Mangku, Wasi di Jawa memiliki ciri khas masing-masing sehingga membawa kharisma kehidupan bagi umat menjadi sejuk dan damai,” kata Trimo.

“Seorang Pinandita telah mengabdikan diri untuk menjadi pelayan dan pengayom bagi umat serta pemberi kedamaian,” jelas Trimo.

Ketua PSN Korwil Provinsi Jawa Tengah menyampaikan dalam memberikan pelatihan pemahaman dasar Kepinanditaan merupakan landasan dalam menjalankan sesana kepinanditaan.

“Pelaksanaan upacara dan upakara yadnya sesuai kemampuan umat, meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Suci Veda guna penguatan Sradha Bhakti umat, Meningkatkan pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa–bernegara, mendorong terwujudnya kehidupan moderasi beragama melalui sikap dan perilaku bertanggung jawab, peduli, rukun dan harmonis di lingkungan intern, antar umat beragama dan pemerintah,” jelas Agung.

Pembimas Hindu dalam memberikan pelatihan menyampaikan. “Sebagai Pinandita harus lebih bijaksana, karena dengan bijaksana akan membawa kedamaian pada umat. Saat ini sedang digalakan oleh pemerintah moderasi beragama, dimana moderasi beragama adalah bagaimana sesorang mampu memahami agamanya dengan baik dan mampu berinteraksi sosial dengan baik sehingga mampu hidup ditengah kondisi apapun,” kata I Dewa Made Artayasa.

Harapan kedepan pinandita akan menjadi untuk menjadi pelayan dan pengayom bagi umat Hindu di Jawa Tengah.(jk/Sua)