Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Natal dan Tahun Baru

Kab. Pekalongan – Menjelang peringatan Natal dan Tahun Baru 2022 yang tinggal menghitung hari lagi, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai meningkatkan kewaspadaan akan kemungkinan klaster covid-19 di Kabupaten Pekalongan. Apalagi, mengingat issue terkini virus covid-19 varian terbaru yaitu Omicron telah masuk ke Indonesia sejak pekan lalu. Dimana hal tersebut telah dikonfirmasi secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada Kamis (16/12/2021) melalui siaran pers kepresidenan.

Hal tersebut menjadi trigger Pemkab Pekalongan saat ini untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian akan varian baru Omicron tersebut.

Untuk itu, melalui sambutan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., yang dibacakan oleh Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar, S.sos.,M.Si., dalam acara Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Natal dan Tahun Baru yang dilaksanakan pada pagi ini, Rabu (22/12/2021) di Aula lantai 1 Sekda Kabupaten Pekalongan.

“Untuk mencegah klaster Nataru di Kabupaten Pekalongan, pemkab akan menjalankan instruksi dari Presiden Joko Widodo yaitu dengan melakukan tiga langkah point utama kewaspadaan,” tutur Yulian Akbar

Selanjutnya Yulian menyampaikan dimana yang pertama adalah dengan melakukan percepatan vaksinasi secara masif kepada masyarakat. Karena menurut Yulian, vaksinasi merupakan ikhtiar terakhir pemkab untuk melindungi warganya supaya tidak terjangkit covid-19.

“Kami akan lakukan percepatan vaksinasi karena target minimal kita untuk vaksinasi saat ini 70% untuk dosis pertama dengan total sasaran dan target minimal 60% lansia. Jadi hal ini sangat penting untuk kita kejar terus secara serentak dan gotong-royong dalam pencapaian vaksinasi agar tidak kendor,” ungkap Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar saat membacakan sambutan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, dalam acara Rakor Lintas Sektoral Nataru.

Selanjutnya, langkah yang kedua ucap Yulian adalah pemkab akan melaksanakan pengetatan dan pengawasan protocol kesehatan di tempat-tempat yang berpotensi tejadi kerumunan saat Nataru tersebut.

“Kami akan melakukan pengawasan akan protocol kesehatan di Gereja saat Natal nanti untuk menjamin masyarakat kita taat protocol kesehatan saat beribadah nanti, dan untuk tahun baru kami juga akan melakukan hal serupa di tempat wisata, tempat perbelanjaan dan akan kami lakukan penutupan Alun-alun Kajen pada tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 1 Januari 2022.’’ jelas Yulian.

Dan untuk langkah yang terakhir, lanjut Yulian Akbar, pihaknya akan mengantisipasi warga yang akan mudik/pulang kampung dengan melakukan tracing dan tracking secara ketat.

“Kita juga harus meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terkait varian baru Omicron yang telah masuk ke Indonesia. Jangan sampai terjadi transmisi local terutama di Kabupaten Pekalongan,” tandasnya. (Lus/Ant).