Sebagai Destinasi Kunjungan Religi Buddha Dunia, APTABI Laksanakan Praktik Dharmayatra di Candi Borobudur

Mungkid – Participatory Action Research (PAR) dari Asosiasi Perguruan Tinggi Agama Buddha Indonesia (APTABI) melaksanakan kunjungan Religi Buddha Dunia dengan melaksanakan Praktik Dharmayatra yang di Candi Borobudur damping Penyelenggara Buddha Kankemenag Kab. Magelang, Saring, Rabu, (24/11/2021).

Praktik Dharmayatra yang dihadiri oleh Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha, Drs. Supriyadi M.Pd, Kasubdit Perti dan jajaran, Ketua Sekolah Tinggi Agama Buddha baik Negeri maupun swasta, para mahasiswa, dan umat Buddha yang telah ditunjuk.

Tempat-tempat untuk berdharmayatra di Indonesia adalah candi-candi Buddhis yang terdapat di salah satunya Candi Borobudur. Negara kita juga memiliki kekayaan dalam bentuk situs-situs Buddhis yang merupakan peninggalan nenek moyang sebagai wujud keyakinan di tanah Indonesia.

Kegiatan mengunjungi situs-situs Buddhis dengan tujuan untuk meningkatkan keyakinan, memperoleh pengetahuan, dan pengalaman yang menyenangkan karena selain berekreasi, seseorang bisa menambah pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan Buddhisme.

Pada kesempatan itu Saring menjelaskan, “Melakukan kunjungan ke tempat-tempat Buddhis bukan hanya sekadar rekreasi tetapi juga merupakan kunjungan yang memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan,” kata Saring.

Dhammayatra dipahami sebagai berkunjung ke tempat-tempat yang berhubungan dengan Dhamma atau lebih dikenal sebagai Wisata Dhamma, bagi mereka yang berkeyakinan kuat melakukan kunjungan ke tempat-tempat tersebut maka setelah meninggal dunia ia akan terlahirkan di alam surga

Tempat-tempat untuk berdharmayatra sebenarnya adalah tempat-tempat yang berkaitan dengan Dharma guna meningkatkan keyakinan setelah berkunjung ke tempat-tempat suci, merujuk pada Mahāparinibbāna Sutta,tempat-tempat yang harus diprioritaskan adalah empat tempat yang berkaitan dengan Sang Buddha.

Keseluruhan acara dilaksanakan dengan yang pertama praktik Dharmayatra di pelataran Candi Borobudur, dilanjutkan dengan pradaksina, kemudian pembacaan Paritta, Sutra/mantra.(nov/Sua).