Catra Jinadhammo Sosialisasikan Rumah Singgah dan Pusdiklat Seni Budaya

Mungkid – Pengurus Yayasan Catra Jinadhammo melaksanakan sosialisasi pembangunan rumah singgah dan Pusdiklat Seni Budaya di Desa Borobudur, Borobudur, Selasa, (18/01/2022). Hadir dalam sosialisasi tersebut perwakilan Polres Magelang, Muspika Borobudur, Lurah Borobudur, Penyelenggara Buddha, anggota Sangha dan warga masyarakat sekitar.

Penyelenggara Buddha Kantor Kemenag Kab. Magelang, Saring, menyampaikan saat ini Yayasan Catra Jinadhammo baru saja mengambil alih lahan yang sebelumnya dikelola sebagai Homestay Rumah Catra. Selanjutnya, akan dibangun rumah singgah dan pusdiklat seni budaya sebagai bagian umat Buddha mendukung Candi Borobudur menjadi pusat wisata religi umat Buddha dunia.  

“Melalui sosialisasi tersebut, saya mengharapkan masyarakat memberikan dukungan karena keberadaan rumah singgah dan pusdiklat bukan diperuntukkan untuk umat Buddha saja, tetapi kemanfaatan untuk masyarakat secara umum,” kata Saring.

Saring menjelaskan Rumah Singgah nantinya berfungsi sebagai rumah transit saat umat Buddha mengikuti kegiatan di Borobudur.

“Pada saat kegiatan Waisak, banyak umat dari beberapa daerah yang menginap di Homestay di wilayah Borobudur sebagai transit sementara menunggu kegiatan dimulai. Karena tidak semua umat mampu, maka Yayasan menampung mereka sampai kegiatan selesai di Rumah Singgah,” jelas Saring.

Sedangkan Pusdiklat Seni Budaya nanti akan berfungsi sebagai pusat pendidikan dan latihan seni budaya. Kegiatanya meliputi pelatihan seni gamelan/karawitan, seni musik, kerajinan batik sesuai kearifan local, seni tari, sanggar seni dan sebagainya.

“Kerajinan batik yang dikembangkan di pusdiklat, nantinya akan bertema kearifan lokal sehingga menjadi khas masyarakat Borobudur sebagai bagian dukungan kegiatan wisata religi umat Buddha,” tambahnya.

Sebagai kawasan wisata religi umat Buddha dunia, Saring berharap apa yang menjadi keinginan umat Buddha melalui Catra Jinadhammo dapat menjadi nilai tambah bagi perkembangan perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Borobudur.

“Umat Buddha nantinya tidak saja beribadah, tetapi dapat menikmati paket-paket wisata yang dikelola oleh warga Borobudur, dengan demikian akan mendorong tumbuhnya pelaku usaha ekonomi kreatif,” harap Saring.(m45k/Sua)