Kakankemenag Wonogiri, H. Anif Solikhin memberikan Pembinaan Pada Acara rakor Pokjawas Kankemenag Wonogiri

Dihadapan Para Pengawas Pendidikan Agama, Anif Ingatkan Transformasi Digital

Wonogiri _ Kolompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri melaksanakan pembinaan dan rapat koordinasi tahun 2022, di Aula Pondok Dahar Nur Pokoh, Selasa, (18/01) yang di ikuti pengawas pendidikan agama Islam.Rapat ini dihadiri oleh Kakankemenag Wonogiri, H. Anif Solikhin didampingi Kasi PAKIS, Heru Budi Santosa dan ketua Pokjawas, Subechi.

Dalam Sambutannya beliau mengungkapkan bahwa pengawas pendidikan agama Islam baik di jenjang SD/SMP/SMA/SMK mempunyai peran dan fungsi yang strategis dan vital. Peran utama pengawas pendidikan untuk mengontrol, mengawasi, mengevaluasi penyelenggaraan proses pembelajaran, serta memberikan arahan, bimbingan dan sara-saran kearah perbaikan dan peningkatan kualitas proses pembelajaran dengan harapan teroptimalisasikannya keberhasilan dan tujuan pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut Ka. Kankemenag kembali mengingatkan bahwa sebagai ASN tidak boleh ada ideologi selain Pancasila, Pancasila sebagai ideologi negara yang diwujudkan dalam nilai integratif bangsa dan negara membuatnya menjadi sarana untuk menyatukan perbedaan bangsa Indonesia. Tanpa adanya sebuah sarana untuk menyatukan perbedaan tersebut, persatuan dan kesatuan bangsa akan sulit dicapai.

“Disitulah makna dari Pancasila sebagai ideologi negara memegang peran yang penting untuk persatuan dan kesatuan,” jelas H. Anif Solikhin.

Selain itu H. Anif juga mengingatkan tentang Moderasi beragama, moderasi beragama  bukan sebagai pendangkal agama dan juga bukan membolehkan liberalisme, tetapi moderasi beragama dalam rangka mewujudkan kerukunan umat beragama. Moderasi Beragama adalah proses memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, agar terhindar dari perilaku ekstrem atau berlebih-lebihan saat mengimplementasikannya.

“Cara pandang dan sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat plural dan multikultural seperti Indonesia, karena hanya dengan cara itulah keragaman dapat disikapi dengan bijak, serta toleransi dan keadilan dapat terwujud,” jelas H. Anif.

Di hadapan para pengawas tidak lupa H. Anif mengingatkan tentang  transformasi digital, menurutnya era sekarang adalah era digital termasuk di dalamnya adalah transformasi digital di bidang pendidikan semisal pembelajaran daring, sehingga para ASN harus berperan bahkan berinovasi di era digital ini.(Mursyid/Sua)