Jadi Abdi Negara dan Abdi Masyarakat Untuk Mewujudkan Tranformasi Layanan Umat

Semarang (Humas) – Kakanwil Kemenag Prov. Jateng, Musta’in Ahmad bertindak sebagai Pembina Apel Penghormatan Bendera dan Doa pada Senin (17/01) di Halaman Kanwil Kemenag Prov. Jateng. Apel Penghormatan Bendera dan Doa pagi hari ini menjadi lebih semarak, sebab juga dijadikan momentum penyerahan hadiah lomba rangkaian Hari Amal Bakti (HAB) ke 76 Kementerian Agama pada Kanwil Kemenag Prov. Jateng oleh Kakanwil kepada seluruh pemenang. Penyerahan hadiah sebagai tanda bahwa semarak kegiatan HAB ke 76 telah berakhir.

“Saya sampaikan terimakasih kepada seluruh panitia dan seluruh jajaran yang telah melaksanakan rangkain HAB dengan semangat dan senantiasa memberi inspirasi bagi semu untuk meningkatkan pelayan kepada masyarakat dengan semangat transformasi layanan umat,” tutur Kakanwil.

“Tahun 2021 telah berakhir dan saya berharap semuanya untuk segera move on dan segera begerak cepat untuk tahun 2022. Bekal kita adalah transformasi layanan umat,” imbuhnya.

Dalam amanatnya, Kakanwil tegaskan bahwasanya transformasi layanan umat pada tahun 2022 harus nyata betul perubahannya menuju pada wajah birokrasi yang baik dan ideal. Berikut adalah 2 hal yang harus dimiliki seluruh jajaran untuk mewujudkan tranformasi layanan umat secara prima, antara lain:

  1. Memiliki watak dasar sebagai abdi negara. Wajib hukumnya sebagai abdi negara harus loyal kepada Negara, pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 serta loyal kepada kesepakatan kebangsaan kita Bhineka Tunggal Ika. Hal ini menjadi mutlak karena Negara baru bisa hadir bila ada Pemerintah sedangkan Pemerintah dapat berjalan bila ada Apatur Pemerintah. Maka Aparatur Pemerintah wajib hukumnya loyal dan taat pada Negara agar apa yang menjadi tujuan Negara dapat tercapai dengan efektif.
  2. Memiliki watak dasar sebagai abdi masyaraka yang berarti bahwasanya seluruh Aparatur Pemerintah bekerja sebagai pelayan. Setinggi apapun jabatan dan pangkat yang kita miliki harus paham betul bahwasanya panggilan kita adalah menjadi pelayan masyarakat. Sehingga jangan jadikan jabatan dan pangkat sebagai alat arogansi.

“Ditahun 2022 kita harus bergerak lebih cepat, lebih semangat dan lebih optimis lagi. Presiden dan Gus Men sering mengingatkan kita, kita tak cukup berlari kencang tetapi kita harus melompat. Jangan menunggu informasi,kita kejar informasi itu. Belum ada datanya, kita jemput data itu. Mari melompat bersama dan jadikan tahun 2022 untuk menunjukan pergerakan kita yang lebih gesit dan lebih efektif,” pungkasnya. (d/rf)