Komunikasi Sebagai Kunci Membangun Moderasi Beragama

Semarang – Pembimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah bersama Ketua PHDI Provinsi Jawa Tengah, Ketua Badan Perayaan Hari Suci dan Ketua Panitia Pelaksanaan Upcara Tawur Agung Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 melakukan audensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Di ruang lantai II. (25/22)

Pembimas Hindu, I Dewa Made Artayasa mengawali pembicaraan pada siang itu dengan mengucapkan terima kasih atas kesediaan waktu Bapak Kakanwil telah menerima kehadiran Panitia Pelaksanaan Upacara Tawur Agung dan memperkenalkan satu persatu. Selanjutnya Ketua PHDI Provinsi Jawa Tengah, Anak Agung Ketut Dharmaja menyampaikan bahwa pelaksanaan Tawur Agung akan dilaksanakan secara tentafif mengingat keadaan pandemi yang belum pulih 100% di Indonesia, sehingga kehadiran panitia pelaksana Tawur Agung berkunjung untuk memohon dukungan dan arahan dari Kakanwil tentang pelaksanaan Upacara Tawur Agung.

“Pelaksanaan Tawur Agung ini akan dilaksanakan di Lapangan Candi Prambanan pada tanggal 2 Maret 2022, sebelumnya pada tanggal 13 Februari 2022 akan dilaksanakan kegiatan bakti sosial dengan melaksanakan pembersihan candi, selanjutnya akan diadakan melasti pada 20 Februari 2022 di Kabupaten Klaten, hingga sampai upacara hari H pelaksanaan Tawur Agung. Kegiatan ini akan dilaksanakan tentatif menyesuaikan dengan keadaan dan izin dari pemerintah nanti boleh tidaknya melaksanakan kegiatan dengan jumlah peserta kurang lebih 1000 umat yang nantinya akan datang berkumpul di Lapangan Candi Prambanan sebelah timur,” kata Suyamto (Ketua Panitia)

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Pembimas dan rombongan untuk datang dan bertemu dengan saya, Saya akan mendukung sepenuhnya kegiatan yang akan dilaksanakan oleh umat Hindu dan saya berkenan dalam acara bakti sosial, seluruh penyuluh baik Agama Islam bisa diikutsertakan sehingga dapat membangun dan memperkuat moderasi beragama. Dan saya harap Pembimas melakukan Komunikasi yg intens dengan Dirjen, guna kelancaran acara yang nantinya notabene akan dihadiri oleh pejabat-pejabat negara. Selain itu saya harap panitia menyiapkan beberapa skenario-skenario kegiatan Plan A dan Plan B bahkan Plan C, sehinggah apabila terjadi hal-hal yang di luar pemikiran semua bisa teratasai karena ini merupakan kegiatan besar umat Hindu,” kata Musta’in Ahmad.

Dengan pertemuan ini diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik guna kelangsungan Pelaksanaan Upacara Tawur Agung Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944.(Edi/Sua)