Peran Perencana Sangat Penting Bagi Satuan Organisasi

Temanggung – Dalam rangka meningkatkan koordinasi perencana Kemenag di eks Karesidenan Kedu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung mengadakan rapat koordinasi, dengan peserta 14 Perencana se eks. Karesidenan Kedu dan 2 orang  narasumber Inarni Nur Dyahwanti, Perencana Madya Bappeda Temanggung dan Taukhid Alamsyah, Perencana Madya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen.  Kegiatan ini dilaksankan di Rumah Makan Jambu Kluthuk Parakan, Senin (10/1).

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, H. Ahmad Muhdzir mengapresiasi pada kelompok kerja perencana yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dan semoga adanya rakor perencana ini akan mendukung jalannya roda pemerintahan dimasing-masing kabupaten/kota.

Rapat Koordinasi ini  merupakan momentum yang sangat penting, karena diharapkan forum ini dapat menjadi wahana refleksi dan evaluasi terhadap kinerja dari masing-masing Kantor Kementerian Agama, mengidentifikasi berbagai masalah yang dihadapi, memetakkan berbagai kekuatan dan kelemahan, merumuskan isu-isu utama, serta menetapkan langkah-langkah strategis yang dapat diambil guna meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam pelayanan terhadap masyarakat.

“Dengan rakor yang meliputi perencana se eks Karesidenan Kedu ini akan ada solusi yang menjadi hambatan bersama dimasing-masing kabupaten/kota,” katanya.

Disampaikan pula bahwa peran perencana sangat penting bagi satuan organisasi untuk bisa berjalan / memanfaatkan arah suatu organisasi satuan kerja. Kegiatan yang telah direncanakan sejak awal akan menjadi agenda kegiatan di masing-masing kabupaten/kota untuk nantinya bisa segera dilaksanakan sehingga perencanaan untuk tahun berikutnya akan lebih mudah karena mengacu pada perencanaan tahun sebelumnya.

Beliau berharap perencana dapat meningkatkan kapasitas dirinya dan memantaskan sebagai perencana, mampu mengarahkan pengelolaan anggaran secara transparan, proposional dan akuntabel.

“Perencana dalam melaksanakan tugasnya secara profesional kehadiran perencana di lingkungan Kementerian Agama sangat menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan pada masa mendatang. Kurangnya perencanaan akan menyebabkan terkendalanya kegiatan-kegiatan yang akan berlangsung di pemerintahan,“ harapnya.

“Sebagai perencana harus mempunyai visi atau analisa supaya bisa memahami apa yang akan dijadikan program tujuan suatu kantor,“ imbuhnya. Sementara narasumber, Inarni Nur Dyahwanti menyampaikan materi tentang penyusunan DUPAK dan Taukhid Alamsyah menyampaian materi tentang tatacara pengisian aplikasi SIMPEKA dan SKP.(sr/rf)