Vaksinasi Anak Sekolah Modal Besar Mendukung Pembelajaran Tatap Muka

Kab. Pekalongan – Pemerintah melakukan upaya akselerasi program vaksinasi dengan sasaran anak sekolah usia 6-11 tahun. Langkah ini ditempuh untuk mendorong capaian vaksinasi sekaligus mendukung penerapan pembelajaran tatap muka 100 persen. Demikian disampaikan M. Syaikhul Alim, Kepala MI Sullam Taufiq di sela kegiatan vaksinasi anak sekolah usia 6-11 tahun di MI Sullam Taufiq Kajen pada Jumat (14/1/2022) kemarin.

Syaikhul Alim mengatakan, akibat pandemi Covid-19 anak-anak Indonesia sudah terkunci selama hampir 2 tahun dan terpaksa harus melaksanakan pembelajaran di rumah. Akibatnya banyak terjadi penurunan capaian hasil belajar pada anak-anak. Oleh karena itu pemerintah ingin agar segera terjadi pemulihan pembelajaran dengan dilaksanakannya pembelajaran tatap muka secara langsung. Vaksinasi menjadi modal besar mempercepat pemulihan tersebut.

“Vaksinasi ini adalah modal besar kita untuk mendukung pembelajaran tatap muka. Meskipun bukan sebagai syarat untuk pembelajaran tatap muka, dibutuhkan kesepemahaman bersama serta dukungan semua pihak agar proses vaksinasi ini berjalan dengan baik,” ujar Syaikhul Alim

Ditambahkannya, vaksinasi tidak menjadi syarat untuk penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Tetapi vaksinasi mendukung keamanan dan keselamatan anak-anak agar bisa melaksanakan pembelajaran dengan baik secara langsung di sekolah.

“Alhamdulillah berkat dukungan dan kepedulian yang baik dari segenap pihak. Vaksinasi berjalan lancar. Terima kasih kami sampaikan atas kontribusi dan dukungan terutama dari Pemerintah Desa Tanjungkulon Kajen, Babinkamtibmas, Babinsa nakes RSUD Kajen, walimurid serta segenap guru dan tendik MI Sullam Taufiq Kajen.” imbuh Syaikhul Alim.

Cipto Leksono selaku guru UKS MI Sullam Taufiq mengungkapkan bahwa jumlah sasaran vaksinasi di MI Sullam Taufiq ada 137 siswa. Dari jumlah tersebut hadir 117 siswa, dengan rincian 103 anak berhasil mengikuti vaksin, 1 anak sudah divaksin di luar sekolah, 4 anak tidak diijinkan orangtuanya, 14 anak tidak lolos skrining karena sakit/ditunda dan 15 anak tidak hadir. Capaian vaksinasi tahap 1 ini adalah masih 76 %. “Mudah-mudahan dengan melakukan vaksinasi ini maka anak-anak lebih sehat dan bisa lebih terjamin untuk tidak terkena infeksi Covid-19 ketika mereka melakukan proses belajar mengajar di sekolah secara langsung.” katanya. (Msa/Ant/bd).