Bansos Untuk Siswa-Siswi MAN Pekalongan yang Terpapar Corona

Kab. Pekalongan – Pandemi saat ini masih belum berakhir, korban virus Corona semakin besar termasuk menimpa keluarga MAN Pekalongan. Sampai saat ini korban di keluarga besar MAN Pekalongan sebanyak 33 siswa. Adapun pelajar MAN Pekalongan itu saat ini harus menjalani isolasi terpusat di pesantren setempat.

Guna membantu puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pekalongan yang terkena musibah Covid 19, selama dilakukan isolasi terpusat yang menggunakan asrama di lingkungan setempat, pihak Kankemenag Kabupaten Pekalongan membantu memberikan logistik, obat-obtan bahan makanan dan kebutuhan hidup selama isolasi serta sejumlah uang

H. Kasiman Mahmud Desky selaku Kepala Kankemenag Kabupaten Pekalongan, bersama Kasubbag TU, H. Muqodam, M.sy didampingi Kasi Penma, Drs. H. Busaeri, M.H dan Gara Zawa, H. Nurul Furqon langsung yang memberikan bantuan sosial. Bantuan diserahkan ke Plt. MAN Pekalongan, Supriyanto, S.Pd, dengan memperhatikan protokol kesehatan. Jum’at,18 Februari 2022.

“Kami segenap keluarga besar kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan ikut prihatin dan hanya bisa mendoakan, semoga siswa-siswi senantiasa diberikan kesabaran, dan kekuatan, dan semoga tetap dapat menjalani isolasi tanpa ada masalah, dan segera diberikan kesembuhan dari sakit yang diderita saat ini,” ujar Kakankemenag.

Program sosial Kankemenag  diharapkan dapat ikut membantu meringankan beban bagi keluarga madrasah yang sedang mengalami musibah. Oleh karena itu dalam perencanaan program tahunan program ini tetap dilaksanakan karena terbukti sangat membantu siswa-siswi ataupun pendidik dan tenaga kependidikan dalam menghadapi musibah.

Sementaara itu Plt. Kepala MAN Pekalongan, Supriyanto memberikan informasi bahwa dengan adanya temuan kasus tersebut, kegiatan belajar mengajar sementara dilakukan melalui daring. Para siswa yang terkena virus Corona  sengaja ditempatkan di isolasi terpusat agar lebih mudah dipantau kesehatannya. “Para siswa yang terkena virus Corona  kami lakukan isolasi terpusat, agar mudah dikontrol, karena kebetulan di madrasah kami juga ada pondok pesantrennya. Kita tidak melakukan pertemuan tatap muka untuk sementara ini.Satu minggu ini kita melakukan daring sambil menunggu hasil evaluasi selanjutnya.” tuturnya. (Ant/bd).