KUA Kecamatan Selomerto Bumikan Moderasi Beragama

Wonosobo – Membumikan moderasi beragama, KUA Kec. Selomerto gelorakan semangat moderasi beragama dengan melibatkan para tokoh lintas Agama yang berada di Desa Wulungsari Kec. Selomerto, untuk bertemu dan berdiskusi bahas moderasi beragama lebih mendalam, Rabu, (09/02).

Dalam kesempatan tersebut, kepala KUA Kec. Selomerto, Sarif Hidayat, menyampaikan tentang pentingnya moderasi beragama sebagai suatu sikap dan prinsip untuk menghindarkan perilaku  atau pengungkapan yang extreme (radikalisme).

“Moderasi beragama itu, selalu mencari jalan tengah yang menyatukan dan membersamakan semua elemen dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa Indonesia,” kata Sarif.

Di samping itu, Sarif, juga menyampaikan perlunya sikap moderasi beragama berupa pengakuan atas keberadaan pihak lain, memiliki sikap toleran, penghormatan atas perbedaan pendapat dan tidak memaksakan kehandak pada orang maupun kelompok lain.

“Moderasi Beragama akan menjaga Agama tetap berada pada wajah aslinya, yakni Agama yang mengajarkan perdamaian, Agama yang mengajarkan kebaikan, Agama yang mengajak untuk menghormati sesama,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia sampaikan tentang pesan keagamaan dalam moderasi beragama yakni untuk memajukan kehidupan umat beragama, menjunjung tinggi keadaban mulia, menghormati harkat martabat kemanusiaan, memperkuat nilai moderat, mewujudkan perdamaian, menghargai kemajumukan dan menaati komitmen Berbangsa.

Selanjutnya, Kakankemenag Kab. Wonosobo, Ahamad Farid, saat mengetahui adanya kegiatan tersebut, berpesan kepada seluruh KUA dan ASN di wilayah Kankemenag Kab. Wonosobo agar turut berpartisipasi gencarkan sosialisasi Moderasi Beragama ke segala lini.

“Implementasi moderasi beragama itu sangat beragam. Salah satu langkah untuk mengimplementasikan pesan-pesan moderasi beragama dimulai dari sosialisasi baik dengan tokoh lintas agama maupun kepada masyarakat,” kata Farid. Ia berharap dengan adanya sosialisasi Moderasi Beragama, akan menekan pandangan-pandangan ekstrimis dan meningkatkan toleransi beragama di Wilayah Kab. Wonosobo.(ps-w/Sua)