Peninjauan Pelaksanaan UAPDFBN/Imtihan Wathani Tahun Ajaran 1442/1443 H

Pelaksanaan pemantauan kegiatan Imtihan Wathani bersama Perwakilan Kemenag RI, Tim Bidang Pontren Kanwil Kemenag Prov. Jateng, Kakankemenag Kab. Wonosobo serta Kepala Seksi Pontren Kab. Wonosobo pada hari Senin (28/2).

Semarang (Humas) – Peninjauan pelaksanaan kegiatan UAPDFBN/Imtihan Wathani Tahun Ajaran 1442/1443 H yang salah satunya berada di Ponpes  Al – Mubaarok Kab. Wonosobo dengan 2 (Dua) jenjang Pendidikan Diniyah Formal (PDF) yaitu Wustha (setara MTs/SMP) dan Ulya (setara MA/SMA/SMK) pada tanggal Februari (28/2).

Ujian ini dilaksanakan sejak tanggal 26 – 28 Februari 2022 dengan metode Paper Best Test (PBT) dan Computer Best Test (CBT). Adapun materi yang diujikan meliputi Tafsir, Bahasa Arab, Hadits, Nahwu Sharf, Fiqh. Para santri yang mengikuti ujian tersebut sudah mengikuti sesuai dengan protokol kesehatan. Jumlah secara keseluruhan yang mengikuti Imtihan Wathani di Jawa Tengah sebanyak 1.302 santri tersebar di titik lokasi Kab. Kebumen, Jepara serta Wonosobo. Dengan suasana tenang, kegiatan ini berjalan lancar dan santri dapat mengerjakan dengan baik.

Dalam kesempatan ini Kakanwil Kemenag Prov. Jateng, H. Musta’in Ahmad SH. MH yang diwakili oleh Kakankemenag Kab. Wonosobo, Drs. H. Ahmad Farid, M.Si memberikan ucapan selamat dan sukses atas pelaksanaan Imtihan Wathani semoga para santri mendapatkan hasil yang terbaik.

Selain itu, Ahmad Farid juga menyampaikan harapan agar para santri dapat menjadi generasi penerus yang baik “Saya yakin dengan spirit santri yang besar, Pendidikan Diniyah Formal (PDF) kedepannya akan menjadi system pendidikan yang mampu mencetak santri agar memiliki tingkat intelektual yang baik dan didasari dengan moral keagamaan yang baik pula, jadilah mereka generasi yang bisa diandalkan serta dapat memberikan warna bagi Indonesia yang damai, sejahtera lahir dan batin,” imbuhnya.

Pengasuh Ponpes Al-Mubaarok Kab. Wonosobo, KH. Nur Hidayatulloh juga berharap dengan adanya Imtihan Wathani ini dapat melahirkan anak didik yang ahli fiqh dan agama.

“Saya berharap bahwa imtihan wathani ini menjadi pemicu semangatnya para santri dan dengan adanya PDF ini mampu melahirkan anak-anak didik yang ahli fiqh dan ahli agama. Untuk itu imtihan wathani kedepannya agar tetap diselenggarakan,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Ponpes Al-Mubaarok juga menyelenggarakan Vaksin Booster untuk para santri yang ada di Lingkungan tersebut. (d/rf)