Tabuh Rebana Kembali Berkumandang di Kota Surakarta

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka bersama Ulama hadir dalam peringatan Isra Mi’raj di Kota Surakarta pada Senin (28/2).

Semarang (Humas) – Setelah sempat terhenti selama 2 tahun karena pandemi, maka tahun ini sebanyak 54 grup hadrah se – Kota Solo kembali ikut meramaikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1443 H serta HUT Kota Solo ke 277 dalam Festival Hadrah yang ke – 11 di Stadion Manahan Senin (28/2).

Awalnya, acara Festival Hadrah ini dimulai pada masa Presiden Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo, Festival hadrah biasanya dilaksanaan mulai dari Lapangan Kota Barat menuju Balaikota Solo.

Festival Hadrah 2022 dilaksanakan secara sederhana tidak ada kirab. Namun diganti dengan pelaksanaan rampag bedug dan pemukulan rebana yang diawali oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Wakil Wali Kota,  Teguh Prakosa, serta Sekretaris Daerah, Ahyani dengan para peserta memutari Stadion Manahan. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir adanya kerumunan.

Pimpinan Majelis Ilmu dan Dzikir Ar- Raudhoh Solo, Habib Novel bin Muhammad Al Idrus mengungkapkan kegiatan terus Istiqomah sampai sekarang yang diteruskan Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Hal ini dilakukan untuk melestarikan seni hadrah dalam bentuk festival. Selain itu juga mewujudkan Kota Solo sebagai kota budaya dan menjadikan Kota Solo Bersholawat.

“Sejak tahun 2009 Pak Jokowi menjadikan Kota Solo sebagai Kota Sholawat, kemudian diteruskan putranya yang juga Walikota Solo bersama para ulama untuk menjadikan kota Solo menjadi Kota bersholawat. Kalau Kota Solo di setiap kalurahan ada rebana Insya Allah Solo menjadi kota yang adem, barokah dan nyaman bagi siapapun yang datang di Kota Bengawan ini,” ungkap Habib Novel dilansir dari media cetak rri.co.id.

Kepala Kemenag Kota Surakarta, Hidayat Maskur  menyambut baik kegiatan Festival Hadrah tersebut sebagai bentuk dakwah yang humanis dengan memgakomodir kearifan budaya lokal.

Dari 54 peserta hadrah menunjukkan kebolehannya rancak bersholawat dengan iringan rebana mengenakan berbagai kostum khas Solo. Seperti pakaian beskap, dan pakaian ala pesantren juga gamis yang menarik.

Sumber Humas Pemkot Solo : Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memukul bedug mengelilingi Stadion Manahan