Jabatan Itu Amanah

Kab. Pekalongan-Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan gelar kegiatan Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah Madrasah di lingkungan Kankemenag Kabupaten Pekalongan. Selasa, 22 Maret 2022.

Kegiatan ini dilaksanakan di aula Kankemenag Kabupaten Pekalongan dan dihadiri pejabat struktural, pengawas Madrasah dan PAI, dan Kepala Madrasah Negeri di lingkungan Kankemenag Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB tepat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Adapun pegawai yang dilantik pada siang ini adalah Ghoyatul Ianah, S.Pd.I Guru Muda Dpk MIS Kertijayan Kabupaten Pekalongan. Bertindak sebagai saksi Drs. Muqodam, M.Sy (Kasubbag TU) dan Drs,H.Busaeri, M.H (Kasi Penma), sedangkan selaku Rohaniwan, Gunawan, S.H (Kasi PD. Pontren) dan bertugas selaklu Pembaca Do’a, H. Moh.Irkham, S.Ag., M.Pd.I (Kasi Bimas Islam).

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov. Jateng Nomor : B.2338/Kw.11.1/3/KP.07.6/02/2022 Ghoyatul Ianah, S.Pd.I diangkat menjadi Pengawas Sekolah Muda Madrasah Tingkat RA/MI di lingkungan Kankemenag Kabupaten Pekalongan.

Drs.H. Sukarno, M.M selaku Kepala Kankemenag Kabupaten Pekalongan bertindak selaku pengambil sumpah, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada pejabat yang baru saja dilantik.

“Selamat kepada Ibu Ghoyatul Ianah, S.Pd.I yang baru saja dilantik, semoga dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Harus diingat bahwa jabatan itu amanah yang akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT,” tutur H.Sukarno

“Harapan kami tentunya dengan kehadiran Ibu Ghoyatul Ianah, S.Pd.I bisa meningkatkan kinerja kepengawasan pendidikan madrasah,” sambungnya.

Pada kesempatan ini, H. Sukarno juga menyinggungkan terkait kebijakan pemerintah dalam pembangunan pada bidang agama dan program prioritas Kementerian Agama.

“Ada Tujuh Program Prioritas Kementerian Agama pada tahun ini yaitu: Penguatan Moderasi Beragama, Transformasi Digital, Revitalisasi KUA, Cyber Islamic University (Perguruan Tinggi Keagamaan), Kemandirian Pesantren, Religiosity Index dan Pencanangan Tahun Toleransi 2022.” tutur H.Sukarno. (Ant/bd).