pembinaan

Kakanwil Kemenag Jateng Berikan Pembinaan Guru dan Pegawai MAN 2 Magelang

Kota Mungkid – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Jawa Tengah, H. Musta’in Ahmad, memberikan pembinaan kepada 67 guru dan pegawai Madrasah Aliyah Negeri 2 Magelang pada hari Selasa, (08/03/2022). Hadir dalam agenda acara tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, H. Panut, Kasubag TU Kemenag Kabupaten Magelang, Kasi Penmad KanKemenag Kabupaten Magelang serta pengawas.

Dalam pembinaannya, kakanwil berharap guru dan pegawai selalu memberikan makna pada apapun yang menjadi pekerjaannya. “Ketika kita bisa memberikan nilai terhadap sesuatu maka pasti ada makna yang di dapat,” Kata Kakanwil. Bekerjalah menggunakan etos, sehingga ada nilai yang akan memberikan makna pada pekerjaan yang dilakukan, ketika pekerjaan menghasilkan makna maka pekerjaan tersebut akan memberikan manfaat.

“Ketika pekerjaan tanpa makna maka akan berlalu begitu saja, tetapi jika pekerjaan menghasilkan manfaat maka keberkahan semakin banyak didapat,” imbuhnya.

Kakanwil juga berharap dalam menjalankan pekerjaan, perspektif bekerja harus dipahami sehingga filosofi dalam bekerja dapat dilaksanakan dengan baik. “Kita harus mengenali diri kita, lingkup kerja kita dan memahami pekerjaan yang sedang kita tangani dengan baik. Perspektif dalam bekerja harus di pahami untuk menjadi guru dan pegawai yang baik,” papar Kakanwil.

Selain kedua hal diatas, Kakanwil juga memberikan pembinaan untuk meningkatkan rasa syukur. “Dalam keadaan apapun kita harus membiasakan bersyukur agar energi-energi positif selalu muncul sehingga mencerminkan pribadi yang positif, hal ini dapat mendukung pekerjaan sehingga apa yang dilakukan dalam bekerja bisa lebih memberikan makna, memberikan progress yang baik,” ungkap Kakanwil.

Di samping ketiga hal yang disampaikan Kakanwil dalam rangka pembinaan terutama terkait dengan personality yang harus dimiliki guru dan pegawai, juga disampaikan tiga amal unggulan madrasah.

“Yang pertama, keIslaman dan keIndonesiaan dalam satu tarikan nafas bahwa NKRI dan Pancasila bagi ummat Islam adalah ikhtiar final yang sudah tidak perlu diperdebatkan. Kedua Keilmuan dan Kemodern-an sebagai gaya kerja, warga madrasah tidak boleh berhenti membaca dan menulis, warga Kementerian Agama harus berlari kencang dan berani melakukan lompatan dalam merespon perkembangan ilmu dan teknologi. Dan yang ketiga kemandirian dan keumatan sebagai gaya sosial,” papar Kakanwil terkait dengan tiga amal unggulan madrasah.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pembinaan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang sekaligus perkenalan. Peserta pembinaan mengikuti kegiatan dengan baik, dan acara berjalan dengan lancar.(fs/Sua)