Keseriusan Penyuluh Agama Islam Dalam Pendampingan, Kunci Sukses Mustahik Baznas

Sambutan pengarahan dari Ketua Umum Baznas Provinsi Jawa Tengah, Dr. K.H. Ahmad Daroji.

Kota Magelang – Merupakan salah satu tempat agenda Touring diantara enam kota lainya dalam rangka Pentasharufan Mustahiq Produktif berbasis Majlis Taklim Binaan Penyuluh Agama Islam Sejawa Tengah oleh Badan Amil Zakat  Provinsi Jawa  Tengah.  Bertempat di Hotel Atria Magelang Jl, Jenderal Sudirman No. 42 Tidar Selatan, Kota Magelang. Acara tersebut di hadiri oleh 25 pendamping dari Penyuluh Agama Islam, 125 Mustahik binaan dari empat Kab/Kota, puluhan staf pelaksanan Baznas, dan juga turut serta hadir Ketua dan Wakil Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah. (16/3/2022 )

Acara berlangsung dengan khidmat dan berjalan lancar. Di buka dengan membaca basmalah, menyanyikan Indonesia Raya dan sambutan sekaligus pengarahan dari Ketua Umum Baznas Provinsi Jawa Tengah, Dr. K.H Ahmad Daroji.

Dalam sambutan tersebut, K.H Ahmad Daroji menyampaikan kepada hadirin khususnya pendamping, dan mengucapkan terimaksih atas kinerja pendampingna selama ini. “Kami anggap sukses dan bisa memberikan pendampingan dengan baik, menjaga amanat dari Baznas untuk mensejahterakan kepada mereka yang membutuhkan perhatian. Dalam kesempatan ini kami ingin sampaikan penambahan bantuannya,” jelas Ahmad Daroji.

Ketua Umum Baznas Provinsi Jawa Tengah juga menyampaikan, Kunci sukses dalam peningkatan kesejahteraan mustahik adalah serius dalam berusaha. “Pendamping Serius, Mustahik Juga Serius, itulah kunci kesuksesan, tentunya tidak lupa berdoa,” kata Daroji.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua I, Dr. Rozihan, S.Ag., M.Ag, turut hadir dan memberikan motivasi kepada mustahik binaan Penyuluh Agama Islam. “Bahwa kami menjalankan amanat undang undang No 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan  Zakat. Pemerintah mengatur Zakat tidak boleh dibagi secara langsung tetapi harus melalui lembaga yang sah, diantaranya Baznas,” papar Wakil Ketua I Baznas Prov. Jateng.

“Kepada para Mustahik Produktif jangan merasa rendah diri, sebenarnya bahwa kesejahateraan ini merupakan milik mereka, hak mereka, sebagaimana dijelaskan ayat Alquran dan peraturan pemerintah,” jelas Rosihan mengakhiri.(Kholafi_Sua/Rf )