Kontribusi Penyuluh Dalam Pengembangan Sarana Ibadah

Kota magelang – Penyuluh Agama sebagai garda terdepan kementerian agama memilki peran fungsi sebagai penyampaian program dan juga mendukung dan juga pelaksana dalam program, karna itu kelompok kerja penyuluh agama slam kota magelang melaksanakan kerja bhakti untuk rehab masjid sidotopo. Sebagai daya dukung dan penguatan umat maka tidak hanya membimbing keimanan juga sebagai pelaksana lapangan yang multi fungsi. Demikian disampaikan kasi Bimas Islam Helmi saat memberikan dukungan dan motifasi pada Penyuluh agama Isalam yang melaksanakan kerja bhakti rehab masjid sidotopo, Jum’at ( 11/3).

“Penyuluh sebagai motifator umat kerja nyata dengan hadir ditengah-tengah umat dan menjadi pengerak” Kata Helmi

Lebih lanjut disampaikan pentingnya sebuah inovasi dalam membina umat dan menyampaikan program pemerintah, jika hanya dilakukan dengan informasi dan tidak bergerak secara optimal maka tidak akan menyentuh keumat. Apa yang dilakukan oleh penyuluh agama islam hari ini bukti keseriusan pembinaan dan dorongan agar penyuluh dirasakan hadir dimasyarakat serta memiliki peran fungsi yang optimal sehingga kehadiran penyuluh menjadi suport dan diterima dalam penyampaian program pemerintah khususnya kementerian agama.

Rehab masjid sidotopo dilaksanakan secara bergotongroyong umat yang disuport oleh penyuluh karena kondisi masjid sudah tidak lagi dapat menampung jamaah sehingga dilakukan rehab perluasan keatas atau lantai dua karena situasi kondisi lahan.

Ketua takmir masjid Bp.Masruri hidayat mengatakan bahwa masjid setelah adanya pembinaan dari penyuluh dan masuk pada kelompok masjid makmur, memiliki inspirasi untuk mengubah dan memperbaiki sehingga dapat menampung banyak umat, untuk itu disepakati oleh takmir masjid untuk dibentuk kepanitiaan untuk merehab masjid. Dari kesepakatan bersama ditunjuk H. Abdul rahman dan sebagai seksi pembangunan H. Ismungi.

Ketua pembangunan H. Abdul rahman menjelaskan keberadaan masjid sudah sangat berhimpitan jika dilakukan sholat bersama apalagi di masa pandemi perlu adanya jarak, maka dengan kesepakatan bersama dilakukan penggalangan dana dengan sukarela dari umat. Seksi pembangunan mengatakan dengan kontruksi masjid dan sekep gambar sangat memungkinkan untuk dilakukan rehab walaupun dana terbatas dari umat, tetapi tidak mengurangi semangat umat apalagi penyuluh agama islam Basirun selaku yang bertugas di wilayah sidotopo selalu memotifasi untuk kemajuan masjid.

Tujuan dilakukan rehap untuk memperluas masjid agar jamaah lebih nyaman  dlm beribadah, mengingat masa pandemi covid-19 ketika beribadah harus memperhatikan protokol kesehatan dan juga memberikan keleluasaan dalam beribadah.

Harapan adanya rehab banyak para dermawan memberikan sedikit dananya untuk bersedekah, mengingat masjid adalah rumah Alloh yang dapat memberikan tuntunan kepada umat menuju syurga, dan masjid juga bagian untuk memakmurkan umat agar saling membantu dan mensejahterakan sesama umat sehingga umat semakin giat kemasjid serta kuat keimananya untuk indonesia menjadi tangguh. (Basirun/Hari/rf).