Mustain : Guru PAI Jangan Sampai Kehilangan Optimisme

Guna meningkatkan pelayanan yang lebih optimal kepada guru-guru Pendidikan Agama Islam terutama penerima tunjangan profesi,seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam ( PAKIS) Kemenag Kota Surakarta gelar kegiatan “FGD Manajemen Pelayanan Pendataan GPAI dan Pemantauan dan Evaluasi Pembayaran TPG GBPNS Tahun 2022” yang diikuti 130 guru PAI Bukan PNS ( GBPN ) Kota Surakarta dari semua jenjang dan Pengawas PAI di hotel Grand Setia Kawan, Kamis ( 24/3 ). “Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan keputusan yang memberi manfaat kepada guru-guru PAI untuk lebih bersemangat  meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di Sekolah masing-masing,” ucap Kasi Pakis, Achmad Arifin.

Pada kesempatan tersebut, hadir Kakanwil Kemenag Prov Jawa Tengah, Musta’in Ahmad memberikan pembinaan kepada guru-guru PAI. “Di tengah keterbatasan kondisi yang belum ideal saat ini pemerintah tetap memberikan penghargaan kepada para guru melalui tunjangan profesi guru,” ucap Musta’in memgawali pembinaannya. Untuk itu beliau menghimbau guru-guru PAI agar tidak kehilangan optimisme yang diwujudkan dengan langkah nyata mengutamakan pelayanan terbaik dan peningkatan profesionalitas. ” Di era digital ini mengharuskan para guru PAI mampu bersaing tampil dengan  passionnya,” tegas Musta’in. Ia juga meminta agar para guru PAI bekerja dengan ikhlas,suka dan cermat membaca serta dapat mewujudkan rasa syukur dengan meningkatkan profesionalitasnya.

Hadir pula Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta Hidayat Maskur membuka kegiatan FGD sekaligus memberikan pembinaannya. “GPAI adalah contoh teladan,panutan dan idola bagi siswa dan lingkungannya maka hendaklah menjadi idola yang sesungguhnya,”tuturnya. Lebih lanjut Hidayat membeberkan bahwa guru PAI sebagai idola semua kalangan akan berimbas dan berefek luar biasa yang akan dikenang anak-anak akan kebaikannya. Oleh karenanya Hidayat menekankan guru-guru PAI harus cermat di dalam memahami kebijakan Kemenag dengan mencermati secara detail isi setiap regulasi agar tidak salah langkah dalam setiap tindakan yang dilakukan. “Kita sekarang berada pada posisi perang teknologi maka tidak usah ikut dalam arus politik karena jejak digital kita akan terekam,tidak usah merespon hal-hal yang mengandung unsur kebencian,” imbuh Hidayat.

Digitalisasi pendidikan harga mati, artinya kita hendaknya belajar dari pandemi untuk menuju digitalisasi dalam upaya  melayani  siswa-siswa dan masyarakat terkait. Dengan memanfaatkan media digital kita dapat bekerja dari manapun dan melayani siswa serta masyarakat setiap saat. Berbagai aplikasi seperti ruang guru dapar diakses para guru PAI untuk memperluas dan memperkaya diri meningkatkan profesionalitasnya di era digital.

Senada, Sub Koordinator bidang PAI Kanwil Kemenag Jateng, Moh.Arif  mengapresiasi peran guru-guru PAI dalam ikut menjaga dan meningkatkan mutu Pendidikan Nasional. Arif mengingatkan, guru-guru PAI harus update data siaga dan emis untuk tiap-tiap  semesternya. “Data yang diupdate harus riil sesuai KTP karena terintegrasi dengan DUKCAPIL,”  himbau Arif. Lanjutnya,teknologi tanpa batas dan tanpa jarak menjadikan moment guru PAI tidak gaptek untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. (myt-my/bd)