PAI Non PNS pimpin latihan pemulasaran jenazah

Surakarta – Pelatihan pemulasaran jenazah diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Baitul Mustofa bekerjasama dengan Kementerian Agama Kota Surakarta (20/03). Kegiatan melibatkan perwakilan dari 26 masjid yang ada di Kota Surakarta. Kankemenag Kota Surakarta diwakili oleh Penyuluh Agama Islam Non PNS, Abdul Sholeh dan Agus Sumarno. Acara dibuka oleh Pengurus Ponpes Baitul Mustofa, Ustadz Yusuf yang menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut. “Tujuan memberi pelatihan dan penyuluhan kepada masyarakat dalam pemulasaran jenazah yang sesuai syariat islam, untuk itu kami mengundang bapak-ibu sekalian untuk berbagi ilmu dalam pemulasaran jenazah,” jelasnya.

Sementara itu, Abdul Sholeh menyampaikan pendapatnya terkait ilmu pemulasaran jenazah. “Saya cukup prihatin karena di Surakarta, orang yang paham tata cara pemulasaran jenazah masih sangat sedikit,” ujarnya. Oleh karena itu diharapkan dengan acara ini mampu memberikan ilmu-ilmu kepada masyarakat dalam hal pemulasaran jenazah. Hal tersebut perlu dilakukan karena banyak kekeliruan dan kesalahan yg terjadi di masyarakat dalam hal menangani jenazah. Acara dilanjutkan dengan praktik pemandian jenazah yang dipandu langsung oleh Abdul Sholeh, “ Hal yang pertama kali dilakukan dalam pemandian jenazah adalah dengan membersihkan jenazah dari tubuh bagian kanan lalu tubuh bagian kiri, dari kepala hingga bagian kaki, baru setelah itu jenazah dimandikan, memandikan jenazah pun juga dari tubuh bagian kanan lalu tubuh bagian kiri ” jelasnya. Beberapa peserta juga ikut mempraktikan pemandian yang juga disaksikan oleh para jamaah.

Acara dilanjut dengan proses pengkafanan diawali dengan mempersiapkan kain kafan yg sudah dibauri dengan kapur barus. “Setelah itu jenazah dikafani oleh kain dan diberi kapas pada beberapa bagian tubuh dan di tali dengan benar”. Para peserta khususnya ibu-ibu juga dipersilakan untuk mempraktekan proses pengkafanan jenazah.

Acara dilanjutkan dengan sesi menshalatkan dan menguburkan jenazah yang dipimpin oleh Agus Sumarno. “ Terdapat beberapa syarat dalam menshalatkan jenazah antara lain bersih dari najis, menutup aurat dan jenazah diletakkan di sebelah kiblat dari orang yang menshalatkannya,”ujarnya.  Agus Sumarno juga menjelaskan mengenai tata cara penguburan jenazah yang sesuai dengan syariat Islam. Diakhir acara Agus Sumarno juga meluruskan tradisi yang sering ada dimasyarakat terkait penguburan mayat. (ngh/my/bd)