Pembinaan KKG dan MGMP Pendidikan Agama Kristen serta Penandatanganan SPK Tahun 2022

Kegiatan pembinaan KKG dan MGMP Pendidikan Agama Kristen pada hari Rabu (9/3).

Semarang (Humas) – Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Prov. Jateng, Siswo Martono memimpin rapat pembinaan KKG dan MGMP dan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Penerima Bantuan Operasional Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Kristen (PAK) Periode Pertama Tahun 2022 yang bertempat di Ruang Rapat PTSP pada hari Rabu (9/3).  

Di Jawa Tengah ada 14 Lembaga yang mendapatkan bantuan operasional yang dibagi menjadi 2 (Dua) Periode. Gelombang pertama sejumlah 12 (Dua Belas) KKG dan MGMP yang termasuk didalamnya yaitu  MGMP SMP Kab. Semarang, MGMP SMP Kab, Jepara, MGMP SMA/SMK Kota Surakarta, MGMP SMP Kab. Pati, KKG Kab. Banyumas,  KKG Kab. Boyolali, MGMP SMP Kota Salatiga, MGMP Kota Semarang, MGMP SMA/SMK Kab. Kudus, KKG Kab. Karanganyar, KKG Kab. Sragen, MGMP SMA Kab. Magelang. Sedangkan untuk 2 (Dua) Lembaga lainnya masuk pada gelombang kedua. Masing-masing dari KKG dan MGMP akan mendapatkan bantuan sebesar Rp. 5 Juta.

KKG dan MGMP PAK merupakan suatu organisasi profesi Guru Pendidikan Agama Kristen yang difungsikan sebagai wadah untuk mengembangkan profesionalisme guru. Kelompok ini dipandang sangat strategis dan perlu untuk terus diberdayakan guna terwujudnya Guru Pendidikan Agama Kristen yang professional. Salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen adalah dengan memberikan bantuan sarana prasarana atau dana kepada KKG dan MGMP Kab/Kota.

Bantuan ini diberikan sebagai pendukung dalam pelaksanaan kegiatan maupun program guna untuk meningkatkan kualitas atau mutu Guru Pendidikan Agama Kristen agar menjadi guru berkompeten. Peranan seorang guru sangat penting, tidak hanya dituntut untuk membimbing peserta didik dalam pelajaran saja, namun guru juga harus  menanamkan nilai-nilai agama sebagai ajaran moral, etika, dan akhlak mulia, hal ini guna menjadikan kerangka untuk pembentukan sikap dan watak perilaku siswa.

Siswo Martono menyampaikan dengan adanya bantuan ini agar dapat  digunakan dengan semestinya untuk meningkatkan kualitas guru yang professional.

“Bantuan ini agar segera dilaksanakan dengan semestinya, gunakan untuk meningkatkan kompetensi guru. Dengan adanya kompetensi ini bisa disebut dengan guru professional, walapun para guru sudah professional tetapi tetaplah belajar dan terus belajar. Saya berharap dapat memotivasi untuk guru-guru lainnya,”

Diakhir sambutan, Siswo Martono menegaskan agar para guru tetap menjunjung tinggi nilai toleransi. (d/rf)

Penandatangan perjanjian kerjasama yang disaksikan oleh Pembimas Kristen, Siswo Martono.