Penyuluh Agama, Gelar Pelatihan Pemulasaran Jenazah Bagi Warga

Banjarnegara – Bertempat di masjid Mujahidin Desa Purwonegoro, 75 warga Desa Purwonegoro Kecamatan Purwonegoro mengikuti pelatihan pemulasaran jenazah yang di adakan oleh Takmir Masjid yang bekerjasama dengan Pokjaluh dan Penyuluh Agama Kecamatan Purwonegoro pada Senin, (28/02/22).

Hadir dalam kegiatan ini Perwakilan Pengurus Pokjaluh Kabupaten, Penyuluh Agama Fungsional Endah Widyawati, Penyuluh Non PNS Kec. Purwonegoro. Sebagai peserta pelatihan terdiri dari jamaah Majlis Taklim, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perangkat desa.

Sukiman, Takmir Masjid Mujahidin, dalam sambutannya berpesan kepada peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. “Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, bapak dan ibu semuanya akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat terkait dengan pemulasaran jenazah. Walaupun hukumnya fardlu kifayah, tetapi ilmu pemulasaran jenazah saya yakin akan terpakai suatu saat,” terang Sukiman.

Lebih lanjut sukiman menyampaikan terimakasih kepada Penyuluh Agama yang memberikan pelatihan pemulasaran jenazah, dan berharap untuk dapat melakukan  kegiatan sejenis ini pada tiap tiap RT.

Sebagai pemateri pertama, Endah memulai pemaparan tentang perawatan orang sakaratul maut. “Sebelum masuk materi tajhizul janazah (merawat mayit), kita mulai dari perawatan orang yang sedang mengalami sakaratul maut (muhtadlir). Orang yang sedang sakaratul maut membutuhkan pendampingan karena ia sedang berjuang yang sangat menentukan di akhir kehidupannya, apakah ia husnul khotimah atau tidak. Maka ada beberapa hal yang harus anda lakukan terhadap muhtadlir antara lain dengan mentalqin dengan kalimah tahlil,” jelas Endah Widyawati.

Selanjutnya Endah memberikan materi tentang perlakuan terhadap muhtadlir setelah dipastikan meninggal hingga tata cara memandikan jenazah sesuai syari’at Islam.

Aksin Sobari penyuluh Agama Islam Non PNS selaku pemateri kedua melanjutkan penyampaian materi dengan menjelaskan tata cara mengkafani jenazah dengan praktik langsung. Sejumlah peralatan sudah di sediakan oleh panitia antara lain: kain kafan, gunting dan boneka seukuran manusia dewasa. Peserta nampak antusias pada sesi ini dengan mengambil tempat lebih dekat agar lebih jelas dan bisa praktik secara langsung.

Salah seorang peserta, Fatimah Kurniawati mengungkapkan rasa terimkasihnya, “Saya sangat Senang dan terimakasih ada kegiatan Pelatihan pemulasaraan jenazah seperti ini, sehingga nanti saya bisa megamalkan ilmu ini di keluarga dan masyakat,” tandas Fatimah.(dr/Sua)