Pisah Sambut Kepala MTs, Kakan Kemenag Minta Selaraskan Kearifan Lokal Sebagai Ciri Khas

Kendal – Pentingnya layanan pendidikan berbasis keumatan melalui sistem pendidikan yang diselaraskan dengan kearifan lokal untuk selanjutnya menjadi keunggulan madrasah menjadi PR Kepala MTs N 2 Kendal yang baru, hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal saat menghadiri acara pisah sambut kepala madrasah, Kamis (10/3).

Berpusat di aula gedung MTs N 2 Kendal kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Kasubag TU, Kasi Pendidikan Madrasah, Pengawas Madrasah,  Ketua Komite serta seluruh dewan guru dan  staf.

Dalam sambutannya Kakan Kemenag, Mahrus mengatakan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal sangat penting untuk diterapkan guru dalam pembelajaran yang bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta didik serta sebagai media penanaman karakter positif sesuai nilai luhur. Mengelola kearifan lokal menjadi sebuah keunggulan dan ciri khas pendidikan madrasah dalam mewujudkan madrasah hebat bermartabat.

“Kearifan lokal sangat penting dalam kehidupan masyarakat, karena kearifan lokal adalah alat untuk memberi arahan kepada generasi muda agar tetap berperilaku seperti budaya mereka dimanapun mereka berada,” jelas Mahrus.

Kearifan lokal menjadi salah satu bagian yang penting diberikan pada satuan pendidikan agar peserta didik tidak kehilangan nilai dasar kulturalnya, tidak kehilangan akar sejarahnya serta memiliki wawasan dan pengetahuan atas penyikapan realitas sosial dan lingkungannya.

Konsep pembelajaran berbasis kearifan lokal ialah mengaitkan pembelajaran dengan kekayaan setempat/suatu daerah berupa pengetahuan, kepercayaan, norma, adat istiadat, kebudayaan, wawasan dan sebagainya yang merupakan warisan dan dipertahankan sebagai sebuah identitas.

Tak sampai disitu, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada di madrasah juga sangat berpengaruh pada keberhasilan sebuah pendidikan. Dimana tuntutan transformasi layanan pendidikan harus mengikuti perkembangan yakni dengan sistem pembelajaran digital, mengingat tantangan pendidikan saat ini adalah anak anak yang merupakan generasi milenial.

Tak hanya siswa, potensi guru juga perlu digali guna terciptanya inovasi layanan pendidikan yang ramah. Sebagaimana prioritas pemerintah saat ini adalah bagaimana kita bisa menciptakan sebuah manajemen talenta baik guru maupun anak didik.

“Sudah tidak jamannya kita menghambat seseorang untuk berprestasi, sekarang sudah saatnya kita berkompetisi, siapa yang memiliki kreatifitas tinggi dan bertalenta kita dukung dengan harapan terwujudnya layanan pendidikan berbasis digital,” imbuh Mahrus.

Diakhir sesi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal dan jajarannya mengucapkan selamat kepada kepala MTs yang baru, Fathudin dan melepas kepala MTs sebelumnya, Junaedi untuk dapat melaksanakan tugasnya di tempat baru. (bel/rf)