SD Muhammadiyah 19 Tuntaskan Program Tahfidz diDI Tengah Pandemi

Di tengah sulitnya mengkondisikan siswa dalam pencapaian kompetensi belajar dikarenakan minimnya pembelajaran tatap muka di sekolah, SD Muhammadiyah 19 Kemlayan Surakarta menggelar Wisuda Tahfidz Al Qur’an angkatan ke-2 secara pertemuan terbatas dengan mengangkat tema “BAHAGIA MENJADI GENERASI MILINEAL YANG DIRINDUKAN AL QUR’AN” di aula SD Muhammadiyah 19 Rabu ( 16/3). Ketua panitia Wenda melaporkan bahwa wisuda tahfidz tahun ini hanya diikuti 16 siswa kelas VI dari 28 siswa yang ditargetkan. Menurutnya, 16 siswa ini sudah melalui uji hafalan juz 30 dengan malalui perjuangan cukup berat dalam proses penghafalannya dikarenakan masih dalam kondisi pandemi.
Sementara Achsani Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 19 Kemlayan mengatakan bahwa peserta wisuda kali ini tidak bisa maksimal dikarenakan pembinaan juga tidak maksimal oleh terbatasnya waktu untuk tatap muka. “Sesuai anjuran dari Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta semua perguruan Muhammadiyah menggunakan irama nahawan dalam melafalkan ayat-ayat Al Qur’an baik tahsin maupun tahfidz,” ungkapnya. Ahsani menambahkan bahwa kegiatan wisuda tahfidz ini merupakan agenda tahunan sebagai bentuk implementasi program tuntas hafal juz 30 bagi siswa kelas 6.

Pengawas PAI Kemenag Kota Surakarta Sumiyati memberikan apresiasi positif atas capaian kompetensi hafalan juz 30 siswa kelas 6. “Kami berharap ke depan siswa-siswa SD Muhammadiyah 16 lebih meningkatkan hafalan Al Qur’an tidak hanya juz 30 tetapi tuntas hafalan juz 29,28 dan seterusnya,”pinta Sumiyati. Dikatakannya tentu saja hal itu harus dimulai dari kelas bawah dan diikuti murojaah di rumah masing-masing.
Ketua Dikdasmen PDM Kota Surakarta Trijono juga menghimbau agar Sekolah dapat bekerjasama dan menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua siswa, komite dan ranting Muhammadiyah setempat. Kegiatan diakhiri dengan tampilan hafalan dan cerita Islami serta pemberian penghargaan bagi peserta wisuda terbaik. (myt/my/bd)