Di Bulan Ramadhan,  PAIF Efektifkan Berdakwah Melalui Radio Tidar FM

Kota Magelang- Diera globalisasi ini dunia berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi, komunikasi media berikut segala aspeknya.  Banyak hal turut terpengaruh dengan pesatnya perkembangan ini. Pola kerja, pola interaksi antar manusia, pola hubungan keluarga, sampai pola Dakwah yaitu penyampaian pesan dan perilaku komunikasi.

Penyuluh Agama Islam Kota Magelang mendapat jadwal giliran berdakwah melalui siaran radio selama satu bulan penuh dibulan Ramadan 1443 H melalui Radio Tidar FM Jl. Gatot Subroto No. 1 Kelurahan Jurangombo Selatan Kecamatan Magelang Selatan.

Penyuluh Agama Islam Fungsional M.Kholafi menyampaikan pesan pesanya dalam Ramadhan ini, bahwa kita harus menjalani puasa dengan penuh keihklasan dan kesabaran.

Perubahan pola hidup terjadi selama satu bulan penuh. Bisa menjadi salah satu penyebab perubahan emosional seseorang. Contohnya pola makan, Karena kebiasaannya dalam sehari semalam seseorang makan sebanyak 3 kali, tentang waktu antara setiap waktunya sekitar 5 jam. Sedangkan pada bulan ramadhan waktu makan hanya 2 kali yaitu ketika sahur (sebelum shubuh) dan waktu berbuka (maghrib) rentang waktu tersebut sekitar 13 jam. Sehingga selama 13 jam ini terkadang membuat rasa lapar, haus dan lemas dirasakan oleh orang yang berpuasa.

Dalam siaran radionya, M. Kholafi juga menyampaikan bahwa secara umum kesabaran itu terbagi menjadi 3 macam. Dan ketiga macam kesabaran ini terdapat dalam ibadah puasa. Sabar yang dimaksud adalah pertama,  sabar dalam ketaatan kepada Allah swt. Kedua, Sabar menahan hal yang Allah haramkan. Ketiga, Sabar atas takdir Allah swt yang tidak mengenakkan. (Rabu, 7/4).

Dibandingkan dengan media elektronik lainnya, radio termasuk murah, mudah dioperasikan, memiliki keunggulan aktualitas yang tinggi dan memiliki daya tarik auditif yang memikat pendengar. Karena itu, dakwah melalui radio dengan demikian memiliki pengaruh yang kuat terhadap komunikannya.  

Terdapat beberapa faktor penting yang harus dipikirkan untuk menata ulang pesan-pesan dakwah dalam kemasan paket program radio yang menarik.  Faktor itu berupa frekuensi, durasi, timing (momen penayangan), dan penonjolan aspek-aspek auditif. 

Kemasan paket program radio yang baik, berdasarkan pertimbangan atas faktor-faktor tadi, menjadi bagian dari strategi berdakwah melalui radio untuk mencapai efek yang optimal di tengah komunitas pendengar radio. (Kholafi/Hari/rf)