Menulislah, kelak dirimu akan dikenang

Kendal (Humas) – Gerakan Santri Menulis (GSM) ke 28 kini hadir di Kendal tepatnya di Pondok Pesantren Tahafudhul Qur’an (PPTQ) Miftahul Huda, Mengelung Kaliwungu Selatan, Rabu (20/4).

Hadir dalam pelatihan yang diikuti 100 santri itu, Kepala Kantor Wilayah Kementeriaj Agama Prov. Jawa Tengah, Musta’in Ahmad mengajak seluruh santri untuk maanfaatkan momentum tersebut.

“Menulislah, kelak dirimu akan dikenang,” Ujar Musta’in

Statemen tersebut juga sebagai pengingat bahwa dimasa lampau banyak penulis penulis keagamaan yang sampai sekarang masih berasa dekat dihati kita karena tulisan beliau.

“Setidaknya, santri harus mengenal dunia penulisan, sehingga mereka bisa membaca dengan baik, kemudian menganalisa informasi dengan baik, dan memberikan suasana diskursus di tengah masyarakat,” Tambah Musta’in.

Pengasuh PPTQ Miftahul Huda KH Ahmad Baduhun Badawi, selaku shahibul bait, menyampaikan terima kasih kepada Suara Merdeka Network atas kesempatan yang diberikan untuk membimbing santrinya dalam menulis.

Sebab, menurutnya, menulis merupakan perintah Allah yang tertulis dalam Al Qur’an Surat Al Alaq ayat 1-5, yang diistilahkan dengan ungkapan iqra’ dan kalam.

“Menulis merupakan perintah Allah yang harus kita mengikuti atau menggerakkan. Ke depan setelah menyelesaikan hafalan Al Qur’an 30 juz, para santri bisa diberi pekerjaan rumah dengan membuat tulisan atau menulis Al Qur’an,” katanya.

Sebagai medianya, menurut Kyai Ahmad, pihaknya berencana akan membuat media online atau website pesantren.

Giat Kakanwil sore itupun ditutup dengan meninjau lokasi Ponpes yang nantinya akan melakukan beberapa renovasi dan perkembangan di berbagai titik.

BRF