PAIF Gelar Khotmil Qur’an Bagi Wabin Di Blok A Lapas IIA Magelang

Kota Magelang – Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kota Magelang langsungkan khotmil Qur’an di Lembaga Pemasyarakatan IIA Magelang Jl. Soetopo No. 2 Kelurahan Cacaban Kec. Magelang Tengah. Kegiatan rutin khotmil Qur’an yang terhenti dimasa pandemi Covid 19 ini, kini mulai bisa dilakasankan bagi warga binaan di Blok A Lapas Magelang. (Kamis,28-4-2022)

Kerjasama lintas sektoral yang dibangun oleh Kemenag Kota Magelang dibidang penyuluhan bagi warga binaan Lapas IIA Magelang telah terjalin lama. PAIF Kota Magelang secara rutin berikan motivasi dan pemahaman keagamaan untuk meningkatkan iman dan taqwa bagi warga binaan Lapas melalui majlis taklim yang dirintisnya.

Karomah, PAIF Kota Magelang menyampaikan bahwa disamping memberikan tausiyah sesuai jadwal, warga binaan Blok A disetiap Ramadan juga diajak untuk bertadarus Al Qur’an agar mereka lebih mendekatkan diri kepada Alloh SWT.

“Penyuluhan bagi warga binaan secara rutin dilaksanakan setiap minggunya bagi warga binaan Blok A Lapas Magelang. Bersama rekan-rekan penyuluh yang lain secara bergantian kami berikan penyuluhan dan pendalaman keagamaan. Khusus dibulan suci Ramadan, memasuki hari pertama kami ajak mereka untuk membaca Al Qur’an sehingga bisa khatam di akhir bulan. Alhamdulillah program ini didukung oleh pihak Lapas,” ujar Karomah.

Sementara itu dalam sambutannya Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas IIA Magelang menyatakan apresiasi dan terimaksasih kepada PAIF Kota Magelang yang telah sabar dan gigih membantu pihaknya dalam memberikan pencerahan kepada warga binaan.

“Kami salut dengan kesabaran dan ketelatenan para penyuluh agama Kemenag Kota Magelang dalam memberikan pencerahan bagi warga binaan. Tanpa dilandasi oleh keikhlasan hati, tentunya menjadi sesuatu yang berat mengingat warga binaan memiliki perilaku yang bermacam-macam,” tutur Waskito Budi Darmo.

“Lapas merupakan lahan bagi penyuluh agama untuk mendarmabaktikan keahliannya. Saudara-saudara kita yang ada disini adalah mereka yang sangat membutuhkan perhatian dan pemahaman keagaamaan lebih, agar mereka bisa miliki kehidupan yang lebih baik pula,” tambahnya.   

Menurut salah satu warga binaan Blok A yang enggan disebut namanya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena sebelum  menjadi warga binaan ia tidak pernah intens memperoleh bimbingan dan penyuluhan keagamaan. Ia juga berharap agar program ini tetap berlangsung sehingga bisa dijadikan pijakan bagi warga binaan untuk menata diri menjadi lebih baik dari sebelumnya. (Karomah/Hari/rf).