Lulusan MA Diminta Jangan “Ngedap Mikir”, Ada KIP Kuliah

MOTIVASI – Kepala MA Al Hidayah sedang memberikan motivasi kepada lulusan MA untuk berkuliah

BANYUMAS – “Jangan sampai ada alasan otaknya tidak mampu, sudah jebol atau sudah ngedap mikir (sudah tidak mau berpikir-red) untuk melanjutkan kuliah”. Ungkapan tersebut ditegaskan oleh Kepala MA Al Hidayah Purwojati Banyumas, Panggih Widodo, dalam sambutannya pada acara pelepasan siswa-siswi kelas XII, Senin (23/5) di aula madrasah.

Kepala madrasah yang akrab disapa Panggih ini menjelaskan bahwa pendidikan Indonesia sedang mempersiapkan generasi emas yang kelak mampu mengatur kehidupan di Indonesia menjadi Indonesia yang maju dan sejahtera. “Kalau tidak kita, siapa lagi? apakah kita menginginkan orang-orang luar negeri untuk berbondong-bondong bekerja di Indonesia sedangkan orang Indonesia sendiri tidak mendapatkan apa-apa? kan tidak demikian”, ujarnya.

Seyogyanya, lanjut panggih, kita yang di Indonesia ini yang mengatur segala kekayaan bangsa ini untuk kesejahteraan rakyat. “Maka anak-anak harus menyiapkan sejak saat ini. Jangan sampai berhenti di Aliyah. Harus melanjutkan kuliah”, tukasnya.

Panggih juga mengungkapkan bahwa ia telah menandatangani Mou dengan berbagai perguruan tinggi di Purwokerto seperti Universitas Nahdlatul Ulama, UIN Saifudin Zuhri, Unsoed, dan UMP. “Semua universitas di Purwokerto ini siap menampung mahasiswa baru di MA Al hidayah, bahkan secara khusus UNU Purwokerto meminta minimal ada 10 lulusan MA Al Hidayah yang meneruskan di UNU”, ungkapnya.

UNU Purwokerto diberi kuota KIP Kuliah oleh pemerintah untuk 600 mahasiswa baru. Mahasiswa mendapatkan beasiswa sebesar Rp 800.000,- setiap bulan. Sehingga keluarga yang tidak mampu bisa melanjutkan kuliah. “Ini kan melebihi PKH bahkan melebihi gajinya guru bakti di MA. Maka tidak ada alasan bagi siswa MA untuk tidak melanjutkan kuliah. Apalagi hanya karena alasan malas berpikir ataupun sudah ingin bekerja atau bahkan ingin cepat menikah”, kelakar Panggih.

Dengan adanya KIP Kuliah, maka orang tua sekarang cukup bermodalkan memotivasi putra-putrinya untuk rajin berangkat kuliah. Tidak perlu memikirkan biaya pendidikan. “Dulu saya lulus SMP nangis-nangis kepada orang tua minta melanjutkan ke SMA. Saya berhenti setahun karena tidak ada biaya. Dengan semangat luar biasa, kyai Zenurrohman (pendiri MA Al Hidayah-red) membuka PKBM Paket C di Purwojati. Saya siswa pertama dan lulusan pertama. Kalau dulu saya tidak ikut paket C, mungkin saya tidak berdiri disini memakai peci, jas dan sepatu. Mungkin saya sedang mengaduk pasir menjadi kuli atau sedang ngarit“, kenang Panggih memberikan motivasi kepada orang tua siswa.

MA Al Hidayah Purwojati pada Tahun Pelajaran 2021/2022 berhasil menamatkan 43 siswa. Karena terbatasnya ruang kelas yang ada, Tahun Pelajaran 2022/2023 MA Al Hidayah hanya akan menerima pendaftaran untuk 3 kelas. Pelepasan siswa kelas XII tersebut dihadiri oleh seluruh guru, orang tua, Camat Purwojati dan para pengurus madrasah. (akw/rf)