Siswa SD Katolik Mendapatkan Penguatan Nilai Moderasi Beragama

Kota Mungkid – Kepala Kantor Kemenag Magelang, Panut, mengharapkan para siswa SD Katolik di Kabupaten Magelang mendapatkan pemahaman terkait moderasi beragama. Karena, para siswa yang moderat adalah calon pemimpin masa depan.

Harapan tersebut disampaikan Panut saat membuka kegiatan Pembinaan Siswa Katolik Tingkat Dasar di Museum Misi, Muntilan, Rabu (27/04/2022), yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Katolik bekerja sama dengan SD Katolik di Kabupaten Magelang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Penyelenggara Katolik, Martinus Boini, Romo Fr. Yunarvian Dwi Putranto Pr selaku Koordinator Unit Pengembangan Pastoral (UPP) Misi dan pendamping Ikatan Pelajar Katolik Muntilan (IPKAM), serta para Guru Pendamping dari 13 SD se-Kab. Magelang.

“Penting sekali menanamkan pemahaman agar anak-anak kita khususnya siswa SD Katolik ini memiliki tingkat moderasi tinggi,” kata Panut.

“Moderasi beragama dalam situasi sekarang ini menjadi dasar bagi siswa-siswa untuk berpegang teguh pada imannya dan menaati seluruh tatanan dan aturan agama yang diyakini, supaya tidak mudah diombang-ambingkan oleh keadaan, tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita hoaks,” lanjutnya.

Panut menjelaskan, ada 4 hal penting yang harus ditanamkan agar para siswa SD Katolik memiliki sikap moderat yaitu, pertama,  memiliki komitmen yang tinggi terhadap kebangsaan yaitu taat Undang-undang, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI  serta dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari,  kedua,  memiliki jiwa toleransi, menghargai dan menghormati inter dan antar umat beragama menjadi modal besar untuk mengisi kemerdekaan, ketiga, anti kekerasan fisik maupun kekerasan verbal, dan keempat, sifat menghargai kearifan budaya lokal.

“Untuk mendukung terlaksanakanya keempat komponen tersebut harus dilandasi sikap berbelarasa, memiliki kepedulian antar dan inter umat beragama sehingga kerukunan dapat terwujud, karena kerukunan adalah modal membangun jati diri bangsa yang lebih beradap dan mandiri dalam mewujudkan harapan dan cita-cita yang luhur,” tegas Panut.

Penyelenggara Katolik, Martinus Boini, mengungkapkan para pendidik terdorong untuk mengadakan kegiatan pembinaan siswa yang dikemas dalam kegiatan Rekoleksi.

“Siswa Sekolah Dasar dengan segala vitalitasnya menyimpan sejumlah potensi yang patut dikembangkan. Mereka adalah pelaku utama dalam perubahan masyarakat, sehingga maju atau mundurnya kehidupan mendatang ada di tangan mereka,” kata Boini.

“Dunia pendidikan turut ambil bagian dalam membentuk kecerdasan siswa. Diharapkan siswa cerdas secara akademik, emosional, maupun spiritualnya. Jadi di samping mendidik siswa supaya unggul dalam IPTEK, para pendidik juga berkewajiban mendidik siswa supaya unggul dalam IMTAQ,” lanjutnya.

Narasumber kegiatan Kak Damar yang lihai dalam penyampaian materi dikemas dengan permainan dan Romo Fr. Yunarvian Dwi Putranto, Pr yang mendalami tema dengan apik menjadikan pertemuan sangat menarik.

Selanjutnya, peserta secara berkelompok diajak untuk mengunjungi Museum Misi yang ada di Lantai Dua dipandu oleh Pak Seno dan  Bu Yeni. Pertemuan tersebut berkesan dan memberi arti bagi para peserta sebagai calon pemimpin masa depan, dibuktikan dengan peran aktif dari peserta dalam mengikuti acara tersebut.(sxm-m45k/Sua)