081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Search
Close this search box.

Membuka Seminar Kesehatan Telinga dan Pendengaran di Kanwil Kemenag Jateng, Penasihat DWP Kemenag RI Apresiasi Positif

Humas (Semarang) – Menyambut Hari Pendengaran Sedunia, tanggal 3 Maret 2025, Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah mengadakan Seminar tentang Kesehatan Telinga dan Pendengaran. Seminar ini dilaksanakan di Auditorium Majeng Kanwil Kemenag Prov. Jateng, Rabu (26/2/2025)

Seminar ini dihadiri oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan yaitu Hj. Helmi Nasaruddin Umar, Ketua DWP Kementerian Agama Pusat, Sinarliati Kamaruddin Amin, Ketua Dharma Wanita Provinsi Jawa Tengah Ade Komaria Saiful Mujab, Ketua Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Pusat, Supriyono, Ketua PERHATI (Perhimpunan Ahli Ilmu Penyakit THT Indonesia) cabang Jawa Tengah Utara sekaligus Ketua Komda PGPKT (Komisi Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian) Jawa Tengah, dr. Dwi Antono. Selain itu, hadir juga beberapa Dokter dari PGPKT Jawa Tengah dan Perwakilan dari Kasoem Hearing Center.

Dengan menghadirkan dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan, dr. Muyassaroh, seminar dipandu oleh dr. Wellanda Andreyeva. Peserta terdiri dari Pengurus Dharma Wanita Jawa Tengah, perwakilan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Provinsi Jawa Tengah, pensiunan Kanwil Kemenag Jateng, para anggota PERHATI dan PGTKP Jawa Tengah.

Disampaikan Penasehat DWP bahwa kesehatan merupakan suatu hal penting yang harus dijaga, salah satunya adalah kesehatan telinga atau pendengaran.

“DWP Kemenag Prov. Jateng mengadakan seminar menjaga kesehatan pendengaran, ini hebat. Menyampaikan informasi yang mahal, ditambah dengan ilmunya. Sosialisasi kepada masyarakat yang dirasa kurang, maka masih banyak ditemui kasus gangguan pendengaran pada masyarakat sebab kurangnya pemahaman,” tutur Helmi Nasarudin Umar.

Seminar ini merupakan salah satu wadah untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan telinga.

“Kami sangat bersyukur mendapat kesempatan berkegiatan untuk menyosialisasi program kesehatan pendengaran. Adanya alat bantu dengar yang sebenarnya bukan barang mewah, namun upaya untuk mengedukasi masyarakat sangat sulit sekali. Takut kalau dikira budeg (tuli),” ungkap dr. Dwi Antono saat memberi sambutan.

Tidak hanya menggelar Seminar Kesehatan Telinga dan Pendengaran, Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah juga mengadakan pemeriksaan telinga gratis yang didukung oleh Kasoem Hearing Center Semarang. Pemeriksaan ini dilakukan oleh para ahli, yaitu Dokter spesialis THT BKL.

Terdapat 2 Dokter Spesialis dibantu 4 mahasiswa kedokteran yang melakukan pemeriksaan telinga. Pemeriksaan dilakukan di salah satu gedung Kanwil Kemenag Jawa Tengah, dan dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB.

“Tentunya kegiatan ini merupakan hal yang sangat positif karena dapat memberikan pengetahuan dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan khususnya telinga dan pendengaran,” ujar dr. Muyassaroh.(Ria/Sua)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Skip to content