Aktivasi Rekening PIP, Bank Mandiri Tegal Kunjungi Madrasah Di Kab. Pekalongan

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

KAB.PEKALONGAN, – Dalam rangka aktivasi rekening penerima dana PIP (Program Indonesia Pintar) Tahap I Tahun Anggaran 2023 bagi peserta didik, karyawan dari Bank Mandiri Tegal kunjungi Madrasah di Kabupaten Pekalongan, Jum’at (12/5/2023).

Sebanyak 43 (empat puluh tiga) madrasah yang dikunjungi untuk Kabupaten Pekalongan, 8 (delapan) diantaranya jenjang madrasah aliyah (MA) dan sisanya 35 (tiga puluh lima) diantaranya jenjang madrasah tsanawiyah (MTs). Sedangkan untuk jenjang madrasah ibtidaiyah (MI) itu sendiri, masih menggunakan Bank BRI (bank rakyat indonesia) sebagai bank penyalur dana PIP.

Peserta didik penerima dana PIP dibuktikan dengan dengan kartu KIP (kartu indonesia pintar) yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Dengan adanya kartu tersebut dapat dipastikan bahwa peserta didik yang bersangkutan berhak memperoleh bantuan dana PIP, namun sistem pencairannya secara bertahap.
PIP melalui kartu KIP ini merupakan pemberian bantuan secara tunai ke peserta didik usia sekolah dengan rentan usia 6 (enam) s.d 21 (dua puluh satu) tahun yang berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin
Untuk pencairan PIP pada tahap 1 (satu) di tahun 2023 ini masih sama dengan sebelumnya, dimana bank penyalurnya adalah Bank Mandiri Konvensional.

Sa;ah satu karyawan Bank Mandiri, Abdul Aziz mengatakan ” Kunjungan Bank ke madrasah yang kemudian di kumpulkan jadi satu di aula Kankemenag hanya untuk melakukan aktifasi rekening saja, sedangkan untuk pencairannya bisa mengunjungi agen mandiri atau langsung ke bank penyalur dalam hal ini Bank Mandiri. Sehingga bagi peserta didik yang telah memiliki rekening tentu dapat melakukan pencairan dana PIP menggunakan kartu ATM (anjungan tunai mandiri)”, katanya

Sementara itu Kepala Kankemenag Kab. Pekalongan, H. Imam Tobroni menyambut baik kegiatan ini dan beliau menyampaikan agar 668 peserta didik madrasah sebagai penerima bantuan dana PIP untuk tahap 1 ini, dan data existing sejumlah 90 peserta didik dapat terlayani dengan cepat, mudah dan baik. Namun yang jadi kendalanya sulitnya mendatangkan peserta didik kelas XII karena setelah melaksanakan ujian, beberapa dari mereka sudah ada yang ke Pekalongan untuk mengurus berkas pendaftaran masuk ke perguruan tinggi”, tutupnya. Beliau berharap ke depan agar pelayanan ini sesimpel mungkin se efisein efektif mungkin dikarenakan PIP merupakan salah satu Program Nawa Cita Presdien yang harus dikawal dengan sebaik-baiknya. (KDR-R.Adi/MTb/bd)