Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Temanggung – KUA Kecamatan Tembarak menggelar Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin yang diselenggarakan selama dua hari yaitu tanggl 5 dan 6 Juli 2002. Bertempat di Aula KUA Kecamatan Tembarak, kegiatan tersebut dilaksanakan secara gabungan yaitu KUA Kecamatan Tembarak, Selopampang, Kranggan dan KUA Kecamatan Tlogomulyo, bekerjasama dengan Puskesmas dan PLKB, Selasa (05/07).

Dalam pembukaan dan materinya, Kasi Bimas Islam H. Munsiri menyampaikan ada 8 hal yang harus dipahami oleh calon pengantin yaitu  calon pengantin memahami makna pernikahan bagi masing-masing pasangan, ada komitmen pernikahan, ketiga ada komunikasi efektif antar pasangan, keempat adanya proses penyelesaian masalah, kelima calon pengantin harus memahami pengetahuan finansial, keenam melakukan penyesuaian diri, ketujuh mengetahui cara mempertahankan momentum cinta dan kedelapan ada perencanaan keluarga.

Dalam kesempatan ini beliau juga menerangkan lima aspek ketahanan keluarga yaitu memiliki kemandirian nilai, kemandirian ekonomi, tahan terhadap goncangan keluarga, keuletan dan ketangguhan dalam memainkan peran sosial dan mampu menyelesaikan problem yang dihadapi.

Selaku narasumber, Ashari Kepala KUA Bulu juga menjelaskan bimbingan perkawinan merupakan pengembangan dari kursus pranikah yang sudah ada sebelumnya.

“Bimbingan perkawinan digelar untuk membekali calon pengantin dalam merespon problem perkawinan dan keluarga,” ujarnya.

Menurutnya tujuan bimbingan perkawinan pra nikah bagi calon pengantin adalah merupakan ikhtiar pemerintah melihat tingginya tingkat perceraian yang terjadi. Selain itu diharapkan calon pengantin (catin) bisa membangun keluarga yang mempunyai pondasi yang kokoh, karena banyak pasangan catin yang belum tahu cara mengelola keluarga.

Sementara itu, ditemui secara terpisah, Kepala KUA Kecamatan Tembarak, Mupangat menjelaskan dengan diadakannya kegiatan ini peserta diharapkan dapat memiliki bekal pengetahuan penting, memahami serta memiliki keterampilan tentang bagaimana menggapai rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah, tentang pengetahuan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana

Kegiatan ini diikuti 32 orang peserta (16 pasang) berjalan dengan lancar. Seluruh peserta yang hadir sangat antusias menyimak jalannya acara dari awal sampai akhir. “Senang sekali bisa mengikuti kegiatan bimbingan perkawinan ini, sangat bermanfaat, jadi tambah ilmu,” kata Ali Shobirin salah satu peserta. Adapun narasumber lainnya dari  PLKB dan  dari  Puskesmas Tembarak.(sr/rf)