
Kendal (Humas)- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab minta Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kabupaten Kendal Fathudin cermati detil bangunan-bangunan Madrasah yang sudah berdiri sejak lama. Hal ini disampaikan pada saat Kakanwil melakukan peninjauan pada Senin (24/3/2025).
Saat meninjau bangunan-bangunan MTsN 2, Kakanwil didampingi oleh Kabag TU Wahid Arbani, Kabid Penmad Ahmad Faridi, Kabid Urais Akhmad Farkhan, Kakankemenag Kabupaten Kendal Zainal Fattah beserta rombongan dari Kemenag Kabupaten Kendal.
“Di sini saya lihat banyak bangunan-bangunan MTsN 2 yang masih bagus, hanya saja memerlukan perawatan lebih intensif dikarenakan banyak bangunan yang sudah lama berdiri,” ujar Kakanwil Saiful Mujab.
Diketahui memang MTsN 2 Kendal merupakan peningkatan status dari yang mulanya MTs Islamic Centre Kendal (swasta) yang berdiri sejak tahun 1986. Setelah terbitnya surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor : 244/1993 MTs Islamic Centre Kendal berubah menjadi MTs Negeri Kendal tanggal 25 Oktober 1993. Dan pada tahun 2017 dengan SK Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : 810 Tahun 2017 nama MTs Negeri Kendal berubah menjadi MTs Negeri 2 Kendal.

Kepala MTsN 2 Fathudin menjelaskan bahwa pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin agar bangunan Madrasah di MTsN 2 ini tetap nyaman dan aman untuk kegiatan belajar mengajar dari tahun ke tahun.
“Kami menyadari bangunan Madrasah ini sudah lama berdiri, sehingga kami upayakan untuk tetap menjaga dan tingkatkan kualitas, baik dari bangunan Madrasah maupun murid-murid didik kami itu sendiri,” jelas Fathudin.
MTsN 2 ini juga memiliki asrama sendiri yang bernama Ma’had Al-Inhadl. Ma’had ini, menurut Fathudin dihuni oleh kisaran 180 murid. Dan tiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Sehingga melalui Ma’had ini, diharapkan mampu meningkatkan kualitas murid-murid yang ada di dalamnya baik dari sisi agama maupun moral.
Kakanwil hanya berpesan untuk tetap memerhatikan bangunan dan fasilitas-fasilitas yang sudah ada di MTsN 2 Kendal ini.
“Kalau ada anggaran bisa pakai orang lain untuk merawat bangunan Madrasah, tapi kalau tidak ada, bisa pakai cara gotong royong meminta para murid Madrasah untuk saling merawat dan membersihkan lingkungan sekitar Madrasah secara bergantian. Guru bisa ikut mendampingi dan mengarahkan,” pungkas Kakanwil Saiful Mujab. (hilman)