Peran Keluarga Menyiapkan Genre Bebas NAPSA Untuk Membentuk Generasi Bebas Stunting Untuk Indonesia Maju

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Semarang (Humas)- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah mengikuti Rapat Kerja dengan tema “Peran Keluarga Menyiapkan Genre Bebas NAPSA Untuk Membentuk Generasi Bebas Stunting Untuk Indonesia Maju”, Selasa (11/7). Kegiatan yang digelar di Gedung DWP Provinsi Jateng dan dihadiri oleh segenap pengurus DWP masing-masing Badan/Dinas/ Instansi Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan hari ini digelar oleh DWP Provinsi Jateng dalam rangkat memperingati Hari Keluarga Nasional ke-30 Tahun 2023. Menghadirkan narasumber kredibel yakni Agus Widanarko seorang Penyitas Narkoba dan Susanto Kepala Bidang P2N Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah.

“Diharapkan untuk seluruh orangtua dapat lebih peduli lagi terhadap apapun kegiatan, pendapat maupun ide yang diberikan oleh anak serta lebih banyak meluangkan waktu untuk berkumpul bersama dengan anak dan memiliki kualitas pembicaraan yang cukup baik dengan anak. Khususnya kepada orang tua yang anaknya telah menyalahgunakan narkoba dan menerapkan pola asuh demokratisasi kepada anak dengan tetap memantau dan melihat perkembangan anak,” tutur Susanto ketika menyampaikan materi mengenai “Pola Asuh untuk Mencegah Penyalahgunaan NAPZA”.

“Komunikasi itu penting!,” pungkasnya.

Selaras dengan narasumber pertama, Agus Widanarko sampaikan bahwa orang tua harus mengenali bahaya NAPZA dan memberi pengertian dan larangan dengan cara yang mudah dipahami oleh remaja serta menjauhkan anak dari komunitas yang salah.

“Tips untuk orang tua mengetahui anak terkena narkoba yakni cek tubuhnya untuk mengetahui ciri fisiki pemakai narkoba, seperti mata merah, bicara pelo, sempoyongan, tiba-tiba kurus, atau cek tangannya ada bekas sayatan atau suntikan,” tutur Agus.

“Selanjutnya, cek kamarnya, apakah ditemukan obat-obat uang beraneka warnanya, terdapat kertas timas atau jarum suntik, rokok yang “tengwe” dan adanya bong (alat hisap sabu-sabu). Terakhir, ibu-ibu bisa cek psikologis dan perilaku sosialnya. Apabila mengkonsumsi ganja atau heroin efeknya menjadi malas tetapi efek dari konsumsi sabu menjadi over work. Selain itu juga menjadi mudah tersinggung, sulit konsentrasi, linglung, menghindari kontak mata, mengurung diri bahkan paranoid,” imbuhnya. (ps/rf)