Tingkatkan Rasa Nasionalisme Melalui Ular Tangga Pancasila

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Purwokerto : Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banymas H. Aziz Muslim, membuka kegiatan sosialisasi meningkatkan peran guru dalam penguatan nilai nilai pancasila bagi guru Agama dan PPKn tingkat SD/MI serta SMP/MTs se Kabupaten Banyumas. Kegiatan diadakan selama dua hari dari tanggal 6 – 7 Juli di Gedung Gurinda Sarwa Mandala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Jumat (08/07)

Kegiatan sosialisasasi meningkatkan peran guru dalam penguatan nilai nilai pancasila diikuti oleh 90 guru Agama dan PPKn tingkat SD/MI , SMP/MTs, dimana kegiatan ini dikemas dalam bentuk permainan berupa ular tangga pancasila

Hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas H. Aziz Muslim , Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Banyumas Susmono , pengurus FKUB Kabupaten Banyumas Pendeta yunus , Kasubag TU kantor Kemenag Kabupaten Banyumas selaku sekretaris FKUB Muhammad Fauzi Aziz

Dalam laporannya ketua panitia Dian Ery menyampaikan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah untuk  meningkatkan pengetahuan para guru tentang nilai nilai pancasila, meningkatkan cara pandang para guru tentang arti pentingnya nilai nilai pancasila

“ Tema kegiatan tersebut adalah perumusan kebijakan teknis dan pemantapan pelaksanaan bidang ketahanan ekonomi sosial dan budaya , harapan kami setelah mengikuti kegiatan yang kami kemas dalam bentuk permainan ular tangga pancasila ini para guru dapat menularkan serta menyampaikan kepada murid muridnya di sekolah masing – masing,“ terang Dian.

Aziz menegaskan bahwa keberadaan kegiatan ini sangat penting dan strategis apalagi bagi para pemangku pendidikan, bapak ibu guru sebagai garda terdepan bagaimana  membekali anak anak kita sebagai generasi penerus agar memiliki komitmen kebangsaan yang kuat

“ Kita menyadari saat ini terjadi degradasi nasionalisme dengan berbagai faktor dengan berbagai tantangannya, kita cukup prihatin dengan fenomena akhir akhir ini banyak orang yang tidak bangga dengan negaranya , justru bangga dengan negara lain,” tambahnya.

“ Banyak yang sudah mulai mempertanyakan tentang urgensinya upacara bendera , banyak yang mempertanyakan bahwa negara ini adalah toghut , bahwa penghormatan terhadap bendera adalah kafir . Tantangan tantangan ini riil ada disekitar kita disamping adanya pertarungan pertarungan ideologi global yang luar bisa,”ungkapnya.

Lebih lanjut aziz menyampaikan bahwa masih ada yang mengganggu degradasi nasionalisem yakni kejahatan transnasional, kejahatan antar negara . Era global ini tantangannya luar biasa , kejahatan akan bisa dilakukan melalui antar negara termasuk tantangan tantangan terorisem, dimana para para terorisem ini bisa mendoktrin melalui teknologi dari luar negeri.

Ditempat yang sama Ira Isvandrya guru PPKn dari SMPN 8 Purwokerto mengatakan sangat senang dapat mengikuti  kegiatan tersebut.

“ Kegiatan yang dikemas dalam bentuk permainan ular tangga pancasila ini sangat menarik dan dapat memancing kreatifitas anak untuk berekspresi serta tidak membosankan. Insya allah ini akan kami coba untuk diterapkan di sekolah dan diperkenalkan kepada siswa siswi,”  jelasnya.

Layla Mardliyah fasilitator dari FKUB menjelaskan bahwa kegiatan Ular Tangga Pancasila yang diprakarsai oleh FKUB Banyumas , Kesbanglinmaspol, kemenag Banyumas dan Dindik Banyumas kali ini dilakukan bersama guru guru PAI dan PKN . kegitan ini bertujuan untuk membumikan nilai – nilai 5 sila Pancasila dalam kehidupan sekaligus menambah literasi model pembelajaran mengenai nilai nilai pancasila dan sikap moderat siswa.

” Dalam kesempatan ini para guru bermain sekaligus dikenalkan tehnik permainan UTP. Setelah permainan selesai para guru diminta untuk melakukan refleksi dari permainan tersebut dan bagaima permainann tersebut dalam kegiatan pembelajaran. Semoga dengan kegiatan ini akan dapat memotivasi para guru bagaimana memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami bagi siswa, sekaligus akan dapat mengarahkan siswa agar dapat hidup secara moderat, toleran dan searas dengan wajah keindonesiaan yang Bhineka Tunggal Ika,” terangnya.(yud/rf)