Semarang (Humas) — Auditorium Prof. Wuryanto Universitas Negeri Semarang (UNNES) mendadak riuh oleh antusiasme ratusan peserta yang menghadiri Seminar Islami Internasional dalam rangka menyemarakkan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026, Minggu (13/9/2026).
Peserta tampak memadati area registrasi sebelum acara resmi dibuka oleh Menteri Agama Nassarudin Umar.
Dalam sambutan pembukanya, Rektor UNNES menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penyiaran nilai-nilai keislaman yang moderat.
Senada dengan hal tersebut, sambutan Gubernur Jawa Tengah yang disampaikan Kabiro Kesra dan Taskin Pemprov Jateng, Syamsudin Isnaini menyampaikan jika Gubernur mengapresiasi atas kolaborasi strategis ini karena seminar ini sebagai rangkaian MTQ Nasional Tahun 2026.
Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum MTQ Nasional XXXI tidak sekadar sebagai ajang perlombaan, tetapi juga gerakan literasi Al-Qur’an yang nyata.
“Ruang digital sudah menajadi bagian penting dari kehidupan, sehingga nilai Al-Qur’an juga harus masuk melalui digital agar pengetahuan mudah diakses.
Platform digital dan kemajuan teknologi ini juga memiliki tantangan, seperti disinformasi dan ujaran kebencian,” jelasnya.
Menurutnya, Jateng memiliki modal moral dan spiritual yang baik. Sehingga semua kekuatan bisa dipergunakan dan dimanfaatkan dalam pembangunan teknologi dan sumberdaya generasi muda.
“Semoga seminar ini menjadi landasan konkrit perkembangan digitalisasi Al-Qur’an bagi para pemuda. Semoga seminar ini melahirkan gagasan yang membawa manfaat bagi kemajuan bangsa,” tutup Syamsudin Isnaini.
Menteri Agama Republik Indonesia yang hadir sebagai keynote speaker memberi arahan kunci dan turut menggarisbawahi peran strategis generasi muda muslim di kancah global.
Disampaikannya jika Jawa Tengah memiliki orang-orang hebat, ulama dan pemikir seperti halnya KH. Sholeh Darat dan Sunan Kudus. Jateng juga memiliki tradisi keilmuan seperti KH Muntaha Al-Hafidz wonosobo dan Mbah Maimoen Zubair Rembang.
“Kadang kita memagari diri terhadap hal-hal yang kita benci walaupun kadang ada kebenaran didalamnya,” urainya.
Menag berharap ada genetik intlektual bisa melanjutkan kembali ulama dan pemikir hebat, karena menurutnya geo intelektual di Semarang sangat positif dan bagus.
Di beberapa negara besar Al-Qur’an dijadikan objek penelitian yang sangat penting.
“75 % ayat Qur’an bercerita, tentang kisah Nabi Yusuf, Nabi Adam dan lainnya. Dalam laboratorium di Amerika ditemukan banyak sains dari kisah cerita tersebut,” jelas Menag
Semakin maju teknologi maka semakin jelas kebenaran akan banyak hal yang sudah dijelaskan di dalam Al-Qur’an sejak dulu.
”Saya ingin mengingatkan kembali, mari kita tekuni Al-Qur’an karena itulah ilmu masa depan. Jadikan Al-Qur’an sebagai lahan yang subur di Indonesia. Sudah menjadi tugas sejarah bagi kita untuk mengembangkannya, serta menjadikan Semarang sebagai episentrum Al-Qur’an.” pungkas Menag.
