Home Visit Jadi Solusi Pembelajaran Mi Muhammaditah Banjarmangu

Banjarnegara – Hampir mendekati setahun pandemi covid 19 melanda Indonesia. Hal ini berdampak pada berbagai sektor, terutama pendidikan. Beberapa sekolah di daerah – daerah zona merah diharuskan melaksanakan sistem pembelajaran jarak jauh. Termasuk Jawa Tengah khususnya kabupaten Banjarnegara dan sekitarnya.

Pembelajaran Jarak Jauh juga dialami oleh salah satu sekolah yang berada di Kabupaten Banjarnegara tepatnya di kecamatan Banjarmangu, yaitu MI Muhammadiyah Banjarmangu.

Untuk meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19, MI Muhammadiyah Banjarmangu menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh. Dalam hal ini, guru diharuskan memberikan materi dan tugas kepada siswa melalui dalam jaringan (daring). Namun, pembelajaran menggunakan sistem daring ini tidak luput dari beragai masalah. Baik masalah yang dialami oleh siswa, maupun guru.

Masalah yang dihadapi biasanya timbul karena kurangnya kesadaran dalam mengerjakan tugas, manajemen waktu belajar di rumah dan kurangnya motivasi belajar siswa. Pembelajaran sistem daring yang diperpanjang hingga 8 Maret 2021 ini, membuat Kepala MI Muhammadiyah Banjarmangu, Eko Sujatmiko dalam hal ini akhirnya mengizinkan untuk melaksanakan Home Visit.

“Sistem Home Visit ini menjadi opsi pilihan yang diambil guna menyiasati kendala pembelajaran daring. Pembelajaran dengan sistem home visit dapat dilaksanakan akan tetapi harus mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah pembelajaran. Kemudian jumlah siswa yang ada dalam kelompok belajar tidak boleh lebih dari 10 orang,” terangnya.

Adapun pembelajaran melalui sistem Home visit ini dilaksanakan mulai tanggal 22 Februari 2021 dan dapat dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB atau disesuaikan dengan jadwal masing – masing guru. Pembelajaran menggunakan sistem Home Visit ini diharapkan dapat membantu proses belajar mengajar menjadi lebih baik selama masa pandemi (ak/mnh/rf).