Kemenag Banjarnegara Adakan Pelatihan Jurnalistik Bagi Guru Madrsah

Banjarnegara – Seksi Pendidikan Madrasah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara mengadakan pelatihan jurnalistik bagi guru madrasah di Kabupaten Banjarnegara dari mulai RA, MI, MTs dan MAN. Adapun pelatihan ini akan dilangsungkan mulai hari Senin sampai Kamis (8-11 Februai 2021) dan bertempat di Aula MTs. N 2 Banjarnegara.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penma), Slamet Wahyudi menyatakan bahwa pelatihan jurnalistik kali ini akan dilaksanakan sebanyak delapan angkatan, dan setiap angkatan terdiri dari 40 peserta.

“Jumlah madrasah di Kabupaten Banjarnegara ini kan ada sekitar 250an, saya berharap dari setiap madrasah bisa mengirimkan wakilnya untuk bisa mengikuti pelatihan jurnalistik ini,” jelasnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa maksud dan tujuan pelatihan jurnalistik ini adalah untuk membekali guru dengan keterampilan menulis, karena menulis merupakan keterampilan yang wajib dimiliki oleh guru akan tetapi jarang diperhatikan oleh guru.

“Agar keterampilan menulis para guru madrasah ini bisa terasah maka saya undangkan Humas dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Mas Afif Mundzir yang telah mahir dalam bidang jurnalistik untuk memberikan materi,” terangnya

Sementara itu, kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Agus Suryo Suripto saat pembukaan acara ini menyatakan bahwa pelatihan jurnalistik bagi guru ini sangat penting.

“Saya berharap dengan pelatihan ini para guru bisa menuliskan kegiatan dan prestasi yang telah ditorehkan madrasah untuk bisa dipubils ke website di tingkat regional,” katanya.

Dengan adanya publikasi ini, pasti masyarakat akan mengetahui prestasi madrasah sehingga besar kemungkinan akan menyekolahkan anaknya di madrasah.

“Madrasah kita saat ini sebenaranya hebat-hebat, hanya saja karena kurangnya publikasi menyebabkan masyarakat tidak mengetahuinya. Dan semoga dengan pelatihan jurnalitik ini kemampuan menulis para gur menjadi meningkat dan bisa meningkatkan publikasi yang selama ini minim sekali dilakukan,” ucapnya. (Ak/rf)