Launching Sekolah Tinggi Konghucu Indonesia Purwokerto

Purwokerto-Kepala Kantor Kemenag Banyumas H. Akhsin Aedi didampingi Pejabat struktural Kankemenag Banyumas, Ketua Yayasan Teddy Hartanto,SH, Rektor Suharjono Tan menghadiri secara langsung peresmian dan launching Sekolah Tinggi Konghucu Indonesia (STIKIN) Purwokerto. Prosesi peresmian dan launcing juga dilakukan secara daring yang juga diikuti oleh Sekjen Kemenag Proff. Dr.H. Nizar Ali dan Kepala Kanwil Kemenag Prov. Jateng H. Mustain Ahmad, SH.MH melalui zoom meeting. Launching berlangsung di kampus STIKIN yang beralamat di Jl. Sunan Bonang Dukuwaluh Purwokerto pada hari Jum’at (19/2/21).

Sekjen Kemenag H. Nizar Ali dalam sambutannya mengucapkan selamat atas pendirian STIKIN yang ada di Banyumas, dan ini merupakan satu satunya Sekolah Tinggi Konghucu yang pertama kali ada. Dengan pendirian ini menjadikan semangat untuk menyongsong Pendidikan agama Konghucu dan dapat memberikan kontribusi yang terbaik untuk dunia Pendidikan di Indonesia serta bagi masyarakat Indonesia.

“Semoga Perguruan Tinggi ini dapat semakin maju dan berkualitas serta mampu menjadi embrio yang dapat melahirkan sarja Pendidikan Agama Konghucu,” harap Nizar.

Sementara Suharjono Tan selaku Rektor STIKIN mengatakan bahwa pendirian STIKIN Purwokerto mengacu pada kebutuhan guru Agama Konghucu yang saat ini masih sangat kurang. Dimasa datang STIKIN dituntut menjadi Perguruan Tinggi yang berkualitas, sehingga dapat sejajar dengan Perguruan Tinggi Agama lainnya. Untuk angkatan pertama jumlah mahasiswa sudah ada 38 orang dan perkuliahan semester 1 dilakukan secara daring, karena masih pandemi Covid-19.

“Dengan berdirinya STIKIN di Purwokerto ini semoga dapat menjadi sumbangsih terhadap masyarakat Banyumas dan masyarakat Indonesia khususnya,” ungkap Tan.

Dalam kesempatan yang sama Kakankemenag H. Ahsin Aedi dalam wawancaranya menyampaikan selamat atas diresmikannya STIKIN Purwokerto yang merupakan sekolah Tinggi Konghucu yang pertama kali ada di Indonesia.

” Selamat atas diresmikannya STIKIN,diharapkan nantinya bisa menghasilkan tokoh-tokoh agama Konghucu bersama meneruskan perjuangan bangsa Indonesia (Yudi/rf).