Madrasah Diniyah Tetap Menjadi Pioner

Wonosobo – Balai Diklat Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo selenggarakan pelatihan manajemen pembelajaran madrasah diniyah, acara yang digelar di Gedung Aula II Kankemenag Wonosobo yang sejatinya muat 150 orang hanya diisi dan diikuti oleh 40 peserta dengan tetap menggunakan protokoler kesehatan (21/2).

Nurul Kamilati, selaku Widyaiswara Ahli pada Balai Diklat Keagamaan Prov Jateng, membuka acara  pelatihan manajemen pembelajaran madrasah diniyah ini, sambutnya peningkatan mutu dapat dilalui dengan banyak cara, kalau dulu harus datang ke Balai Diklat karena pandemi Covid-19 kali ini kita lakukan terobosan dengan DDTK.

“DDTK merupakan salah satu program dari Balai Diklat Keagamaan Semarang, sesuai dengan kondisi yang ada balai diklat harus mampu kembangkan SDM Kementerian Agama, msekipun situasi covid 19, DDTK berujuan antara lain mengurangi kuantitas kerumunan disbanding pelatihan massal di Balai Diklat Keagamaan Semarang, namun dengan keterbatasan ini DDTK kita harapkan tetap mampu mendapatkan output penguatan SDM,” jelas Nurul

Acara yang diampu oleh tiga widyaiswara dan diketuai oleh  Ansori, pada pelaksanaannya peserta disupport oleh panitia kegiatan berupa pemberian faceshield, hand sanitizer, dan masker, hal ini digunakan guna dukung protokoler covid-19.

Hadir pada acara tsb Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Wonosobo Ahmad Farid,  Kasubag TU Mahbub,  panitia acara lokal Kankemenag Wonosobo serta panitia dari Balai Diklat Keagamaan Semarang.

Dalam sambutan yang diberikan oleh KaKankemenag Kab. Wonsoobo Farid sampaikan madrasah Diniyah harus bisa melakukan perubahan pengelolaan baru dan madrasah nantinya menjadi pioner atas kegiatan yang komprehensif.

“Bentuk kepedulian pemerintah sekarang antara lain adalah perhatian pada sektor pendidkan Diniyah, hingga saat ini madrasah Diniyah menjadi salah satu pilihan penting di tengah masyarakat, orang tua menyadari betul kualitas tinggi cerdas saja tidak cukup namun pintar, memiliki pondasi agama dan moral baik menjadi pilihan saat ini,” ujar Farid

Rampungnya acara ini nantinya selama tiga hari kedepan dan tiap sesinya tiap jam istirahat, nantinya selesai acara peserta mendapat sertifikat kompetensi manajemen pembelajaran madrasah Diniyah dari Balai Diklat Keagamaan Prov. Jateng. PS_WS/qq