MAN 2 Banjarnegara Menuju Madrasah Internasional

Banjarnegara – Jumat (19/2) dengan bertempat di Aula Kantor Kemenag Banjarnegara, Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Banjarnegara menyelenggarakan Fokus Group Discussion (FGD) Madrasah Penyelenggara Riset dengan melibatkan kepala dan Waka Kesiswaan MAN 2, MTs N 1 dan 2 Banjarnegara, dengan jumlah 8 peserta.

Kakankemenag Banjarnegara, Agus Suryo Suripto dalam forum FGD ini mengucapkan selamat kepada tiga madrasah yaitu MAN 2, MTs N 1 dan 2 Banjarnegara yang terpilih dan di tunjuk sebagai madrasah riset oleh Kemenag RI.

“Madrasah riset merupakan sesuatu yang baru sehingga diperlukan pemahaman bersama dengan menelaah juknis yang ada, perlunya indikator dan instrument madrasah riset. Dan untuk memperkaya wawasan dan informasi perlu studi banding ke madrasah yang telah menyelenggarakan madrasah riset. Adopsi program madrasah riset yang sesuai dengan lingkungan dan kondisi madrasah di Banjarnegara. Buat matrik kegiatan yang akan dikerjakan sehingga dapat diketahui progress dari program yang telah dilaksanakan. Dan tak lupa untuk libatkan mitra madrasah dalam kegiatan madrasah riset sehingga program ini terekspose oleh pihak lain,” jelasnya saat memberikan pengarahan.

Dalam kesempatan yang sama beliau juga memberikan tantangan kepada MAN 2 Banjarnegara untuk menjadi madrasah internasional. “MAN 2 Banjarnegara harus berani melakukan inovasi dan terobosan yang akan menjadi branding madrasah di Banjarnegara dengan menjadi madrasah Internasional walaupun ini merupakan tantangan yang berat tetapi bukan tidak mungkin untuk dikerjakan. untuk itu perlu adanya persiapan SDM, kurikulum, sarana dan prasarana dari madrasah yang bersangkutan,” tambahnya.

Sementara itu Kasi Penmad, Slamet Wahyudi menyampaikan bahwa untuk madrasah di Kemenag Banjarnegara ada 3 madrasah yang ditunjuk oleh kemenag RI sebagai madrasah riset. “Oleh karenanya perlu adanya pemahaman yang sama tentang apa itu madrasah penyelenggara riset dengan mempelajari juknis yang ada, perlunya kurikulum yang terpadu dengan memasukan dan menambahkan program madrasah riset pada jam pelajaran pada setiap jenjang,” tambahnya

Beliau juga menyatakan program madrasah riset meliputi bidang keagamaan, sosial humaiora, sains, teknologi, kebumian dan kelautan, rekayasa. Sedangkan bentuk pembelajaran riset dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler atau kedua-duanya disesuaikan dengan kurikulum dari masing-masing madrasah yang bersangkutan.

Hasil kegiatan FGD, Kepala MAN 2, MTs N 1 dan 2 Banjarnegara siap menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut dengan akan melaksanakan kegiatan studi banding ke madrasah yang telah menyelenggarakan madrasah riset, program tahfidz dan madrasah internasional sebagai bahan referensi yang akan di kembangkan oleh ketiga madrasah tersebut. (kan/ak/rf)