Pembukaan Satir Lejitkan Deklarasi Sekolah Ramah Anak

Surakarta – Pembukaan Satir sebagai Deklarasi Sekolah Ramah Anak secara perdana dilaksanakan SD Ta’mirul Islam Surakarta dan SD Ta’mirul Islam Inovatif (16/2) di halaman depan sekolah. Deklarasi turut dihadiri oleh Kasie Kurikulum Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Pengawas Gugus VIII, Kepala SD Ta’mirul Islam Inovatif, Tim Pendidikan Yayasan Ta’mirul Islam, Perwakilan Komite SD Ta’mirul Islam, Kepala MA Ta’mirul Islam, Kepala MI Ta’mirul Islam, Perwakilan Alumni Ta’mirul Islam, Perwakilan Wali Murid SD Ta’mirul Islam Surakarta dan SD Ta’mirul Islam Inovatif, Perwakilan Siswa-Siswi SD Ta’mirul Islam Surakarta dan SD Ta’mirul Islam Inovatif.

Kasi Kurikulum Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Surakarta,Priyono menyampaikan apresiasi luar biasa dari Pemerintah Kota Surakarta. “Pemerintah Kota Surakarta dalam hal ini Dinas Pendidikan mengapresiasi SD Ta’mirul Islam yang telah mendeklarasikan sebagai Sekolah Ramah Anak, dimana hal ini mendukung sebagaimana Kota Surakarta yang sudah dicanangkan sebagai Kota Ramah Anak bahkan sudah bertahun-tahun menjadi juara tingkat nasional,”tuturnya. Beliau menyampaikan konsep SRA yaitu:

  1. Mengubah paradigma guru dari mengajar menjadi membimbing, bukan hanya berprestasi tetapi juga berakhlakul karimah.
  2. Orang tua yang ada di sekolah harus menjadi teladan dalam berucap, bersikap dan bertingkah laku terlebih dalam hal beribadah bagi peserta didik.
  3. Semua orang tua yang ada di sekolah harus terlibat penuh dalam melindungi hak-hak anak
  4. Orang tua dan anak harus terlibat aktif dalam memenuhi komponen sekolah ramah anak.

Priyono juga menjelaskan konsep lain dari Sekolah Ramah Anak yaitu BARISAN : Bersih, Asri, Ramah, Indah, Sehat, Aman, Nyaman. “Indikator SRA dapat berhasil dengan memenuhi komponen sekolah ramah anak yakni kebijakan, pembelajaran, sarpras dan partisipasi dari seluruh stakeholder,”imbuhnya.

SD Ta’mirul Islam sebagai Sekolah Ramah Anak diharapkan dapat menjadi pelopor sekolah di Surakarta untuk semakin mewujudkan sekolah anak walaupun pada keseharian sudah berupaya menerapkan kebiasaan ramah anak.(hnf/my/bd)